Sampah Diolah dari Sumber, Ekonomi Sirkular Tak Lagi Sekadar Wacana
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pengembangan teknologi pengolahan sampah di sumbernya dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
Direktur PT Wannan Inti Teknologi (WIT) Jeremy Wijaya menyatakan pengelolaan sampah organik tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi juga mencakup upaya mengolah dan memanfaatkan kembali material yang masih bernilai.
"Untuk itu, diperlukan solusi pengolahan yang dapat mengurangi massa sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil olahan," ujar Jeremy Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10).
Dia memaparkan teknologi biochemical chamber sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik, mulai dari skala usaha hingga industri.
Mengutip data, dia menyebutkan Pulau Jawa menyumbang sekitar 58,7 persen dari total timbunan sampah nasional. Di tengah tantangan ini, pengolahan sampah organik di lokasi sumbernya, seperti hotel, restoran, industri makanan dan minuman, serta kawasan komersial, menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi beban penanganan sampah konvensional.
Sampah organik memiliki karakteristik yang membutuhkan penanganan khusus, antara lain kadar air yang tinggi dan potensi menimbulkan bau selama proses penguraian.
Namun, lanjutnya dengan pengelolaan yang tepat, material tersebut juga berpotensi diolah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Jeremy memperkenalkan sistem pengolahan terintegrasi yang mencakup pemilahan serta pengolahan fraksi padat menggunakan mesin biochemical chamber.
Teknologi ini tersedia dalam variasi kapasitas input mulai dari 30 kilogram hingga 120 ton per hari, bergantung pada model dan spesifikasi unit.
“Dengan mesin biochemical chamber, dalam 1 x 24 jam reduksi massanya mencapai 80 persen. Hasil dari reduksi massa itu bisa digunakan untuk media tanam, membantu menstabilkan pH tanah, meningkatkan unsur hara, serta mendukung reklamasi lahan,” kata Jeremy.
Dengan berkurangnya massa material, teknologi ini juga menawarkan potensi efisiensi dalam penanganan hasil proses.
Pengolahan sampah dari sumbernya menjadi salah satu langkah untuk mendukung ekonomi sirkular, dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bernilai.
Menurut dia, selama ini limbah organik kerap dipandang sebagai beban yang harus dibuang, padahal, dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut berpotensi menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Pemanfaatan kembali sumber daya ini mendukung ekonomi sirkular di tengah masyarakat,” kata Jeremy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!