Jejak Koleksi Seni Adam Malik dalam Buku “Lukisan-Lukisan Koleksi Adam Malik”
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 21:10 WIB | Oleh: Yebdi TrismarTak melulu tentang politik, Adam Malik juga tertarik dengan kisah-kisah intim masyarakat yang berada dalam transisi antara tradisi dan modernitas.
Salah satunya lewat koleksi lukisan "Pasar Hewan" 1965 karya Roeliati Soewarjono (1930-2023), yang pernah menjadi bagian dari pameran "Se-Abad Seni Rupa Indonesia" tahun 1976.
Lukisan ini menangkap denyut kehidupan masyarakat agraris Indonesia. Pasar tidak hanya menjadi tempat jual beli ternak, tetapi juga ruang perjumpaan petani dan peternak untuk membangun hubungan sosial, mengobrol, serta menjaga kehidupan komunitas.
Pada koleksi lainnya, unsur tradisi menjadi perhatian Adam Malik, salah satunya "Sesaji" 1968 karya Rusli (1916-2005). Sesaji dalam lukisan merujuk pada ritual larangan sesaji, yakni menghanyutkan sesembahan ke laut, sungai, atau telaga, yang dipraktikkan di berbagai wilayah Jawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui "Sesaji", diangkat tradisi persembahan sebagai ungkapan hubungan manusia dengan alam dan dunia spiritual.
Unsur tradisi juga dihadirkan Batara Lubis melalui karya "Pengantin Mandailing I" 1970, yang menggambarkan sepasang pengantin dari etnis Mandailing, Sumatera Utara, merupakan asal etnis sang pelukis.
Dengan menggabungkan elemen tradisional dengan bahasa visual modern, dia menunjukkan bagaimana seni Indonesia Modern mendapatkan kekuatan dari kekayaan tradisi lokal.
Batara Lubis membuat beberapa versi seri "Pengantin Mandailing", yang kini tersimpan di berbagai institusi dan koleksi pribadi.
Seri ini menjadi ciri khasnya, bermula dari dua karya yang dikoleksi Adam Malik dan kemudian dihibahkan ke Balai Seni Rupa Jakarta, yang kini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.
Ada juga "Dewi" 1962 karya Agus Djaya. Lukisan ini menggambarkan perempuan mengenakan busana dan perhiasan yang terinspirasi dari relief candi-candi Hindu-Budha di Jawa, menghadirkan kembali jejak sejarah dan spiritual dalam bahasa seni lukis modern. "Dewi" juga pernah dihadirkan dalam pameran "Se-Abad Seni Rupa Indonesia".
Lewat koleksi lukisannya, Adam Malik ikut merekam cerita masa lalu, yang mungkin bisa membangkitkan ingatan mereka yang hidup di masa itu dan masih hidup saat ini.
Mari menyelami sosok Adam Malik melalui koleksi sapuan kuas di atas kanvas karya para seniman tanah air lewat pameran “The Adam Malik Collection" di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!