Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri LH Soroti Efek Pembakaran Lahan, 1-2 Hektare Bisa Berdampak Jauh Lebih Luas.

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 21:06 WIB | Oleh:
Menteri LH Soroti Efek Pembakaran Lahan, 1-2 Hektare Bisa Berdampak Jauh Lebih Luas. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat meninjau pameran Pekan Rakyat Lingkungan Hidup KNLH WALHI 2026.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan pembakaran lahan seluas satu hingga dua hektare (ha) dapat berdampak terhadap kawasan yang jauh lebih luas hingga ribuan ha sehingga membuat pemerintah harus memperkuat pencegahan dan penanganan.

"Karena mereka membakar 1-2 hektare, tapi dampaknya bisa ribuan hektare," katanya saat menghadiri pembukaan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) 2026 di Pekanbaru, Riau, Jumat.

Jumhur mengatakan pemerintah memanfaatkan pemantauan satelit untuk mendeteksi panas di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Ketika ditemukan asap atau titik api, penanganan segera dilakukan untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitarnya.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Manggala Agni, Polri, TNI, serta masyarakat peduli api yang bekerja bersama mempercepat pemadaman ketika titik api ditemukan.

Jumhur juga menyoroti praktik pembakaran lahan untuk berladang yang menurutnya masih diperbolehkan dalam sejumlah Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub).

"Bahkan ada Perda/Pergub yang memperbolehkan mau berladang itu dengan membakar ladang. Itu masih ada. Tapi itu sudah kita surati bahwa itu tidak boleh lagi," ujarnya.

Terkait wilayah konsesi, Jumhur mengatakan pihaknya hingga saat ini tidak menerima laporan adanya kebakaran di kawasan konsesi perusahaan. Pengelola konsesi diminta melakukan mitigasi, antara lain menjaga tinggi muka air tanah gambut dan membuat sekat kanal apabila kondisi air berada di bawah batas yang ditentukan.

"Pemerintah juga telah mengumpulkan sekitar 400 perusahaan pemegang konsesi di seluruh Indonesia untuk memastikan langkah mitigasi kebakaran dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Even Sembiring mengatakan pihaknya memiliki hasil pemantauan yang berbeda terkait titik api di wilayah perusahaan. WALHI, katanya, melakukan analisis citra satelit, pengecekan lapangan, dan telah menyampaikan temuan tersebut kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau.

"Data kita mungkin berbeda ya. Di Riau kami telah menyampaikan ke Pak Kapolda, beberapa perusahaan juga ada ditemukan titik api," papar Boy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.