Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Koleksi Seni Adam Malik dalam Buku “Lukisan-Lukisan Koleksi Adam Malik”

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 21:10 WIB | Oleh:
Jejak Koleksi Seni Adam Malik dalam Buku “Lukisan-Lukisan Koleksi Adam Malik” Doc: Antara Foto
Ket. Potret Adam Malik, Wakil Presiden Republik Indonesia, 1976 karya Basoeki Abdullah yang dihadirkan dalam pameran “The Adam Malik Collection" di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta pada 15-23 Agustus 2026. Pada tahun 1976, karya ini disumbangkan Adam Malik kepada Balai Seni Rupa Jakarta (MSRK) sebagai salah satu koleksi awal.

Perhatian saya terhadap seni lukis nasional, yang berawal sebelum masa kemerdekaan pun, telah senantiasa terdorong bukan saja oleh apresiasi dari segi seni saja, tapi juga karena kesadaran betapa vitalnya daya seni lukis itu sebagai salah satu ekspresi cita-cita perjuangan nasional bangsa Indonesia dari zaman ke zaman," demikian kata Adam Malik dalam buku “Lukisan-lukisan Koleksi Adam Malik, Wakil Presiden Republik Indonesia”, 1978.

Adam Malik (1917–1984) dikenal sebagai aktivis anti-kolonial, jurnalis dan salah satu pendiri Kantor Berita ANTARA, diplomat, dan kemudian Wakil Presiden Indonesia periode 1978-1983.

Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ia juga kolektor seni. Dia membangun koleksi, yang kemudian disebut Koleksi Adam Malik, melalui persahabatan dengan  para seniman, seperti S Sudjojono sejak 1940-an, yang merupakan tokoh kunci seni rupa modern Indonesia dan diberi sebutan "Bapak Seni Lukis Indonesia Modern".

Adam Malik bersahabat dengan para seniman, antara lain di Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi), Seniman Indonesia Muda (SIM), Pelukis Rakyat, bahkan dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Jaringan persahabatan itulah yang kemudian membantunya membangun koleksi seni, khususnya lukis, sejak 1949. Kedekatan Adam Malik dengan peristiwa bersejarah dan dengan para senimannya membentuk koleksi lukisan yang khas.

Beberapa lukisan yang dia koleksi merekam kisah-kisah intim masyarakat yang berada dalam transisi antara tradisi dan modernitas, identitas dan perjuangan sosial di masa awal era Orde Baru.

Melalui pameran "The Adam Malik Collection" di Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta pada 15-23 Agustus 2026, kurator Farah Wardani dan Amir Sidharta memperlihatkan kekhasan koleksi lukisan sang diplomat kepada publik. Pameran ini, sekaligus menandai 50 tahun sejak pendirian Balai Seni Rupa Jakarta, pendahulu Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) Jakarta, yang dibuka pada 20 Agustus 1976.

Total terdapat 22 lukisan yang dipamerkan, beberapa di antaranya pernah dihadirkan dalam pameran perdana "Se-Abad Seni Rupa Indonesia" (1876-1976), yang menyatukan 131 karya koleksi publik dan swasta, termasuk 15 dari Adam Malik.

Sejumlah lukisan dari Koleksi Adam Malik yang jarang dipamerkan juga dihadirkan, termasuk karya S Sudjojono, berjudul "Maka Lahirlah Angkatan 66", yang merangkum kompleksitas dan arti penting koleksi tersebut, sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara seni dan politik serta hubungan antara seniman dan patron.

Karya tersebut dilukis di tengah pergolakan politik tahun 1966, merekam suasana Jakarta ketika ruang publik dipenuhi slogan, grafiti, dan tuntutan perubahan.

Memperlihatkan seorang pemuda berjaket merah yang menggenggam kaleng cat, dikelilingi tulisan-tulisan protes yang merujuk pada peristiwa politik saat itu. Identitas sang pemuda sengaja dibiarkan ambigu, sehingga mengundang beragam penafsiran tentang perubahan dan ketidakpastian zaman.

Ini menjadi satu-satunya dan merupakan lukisan terakhir yang dibuat Sudjojono dengan narasi yang secara langsung merujuk pada situasi politik faktual negara.

Jakarta pada 1966 dipenuhi mobil dan sepeda motor di jalanan, orang-orang berkumpul, dan slogan muncul di berbagai sudut kota. Pada tahun 1966, mahasiswa turun ke jalan Jakarta dalam gelombang demonstrasi yang menuntut perubahan politik.

Karya tersebut tampaknya tetap relevan dengan zaman penuh gejolak saat ini. Kebijakan ekonomi, korupsi, dan kebebasan ruang sipil di era pemerintahan masa kini kembali memicu beberapa kali unjuk rasa dilakukan di Ibu Kota, khususnya oleh para mahasiswa yang berfokus pada kritik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Ekonomi
Bali Diproyeksikan Jadi Pus...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.