Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara Memburuk, Sejumlah Wilayah Sumsel Mulai Masuk Kategori Peringatan.

3 Jumat, 21 Agu 2026, 21:16 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Memburuk, Sejumlah Wilayah Sumsel Mulai Masuk Kategori Peringatan. Kualitas Udara Memburuk, Sejumlah Wilayah Sumsel Mulai Masuk Kategori Peringatan. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel Idrus Salam.

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan menyebutkan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu mulai masuk kategori peringatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel Idrus Salam di Palembang, Jumat, mengatakan kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah daerah serta munculnya kabut asap tipis pada waktu tertentu.

Berdasarkan pemantauan DLHP Sumsel, nilai ISPU tertinggi tercatat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan angka 180, kemudian Kabupaten Ogan Ilir (166), Musi Rawas (159), Kota Palembang (141), dan Kota Prabumulih (140).

“Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah,” katanya.

Pihaknya masih terus memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara sebagai langkah antisipasi memburuk kondisi udara akibat karhutla.

Sebaiknya Anda baca juga:

Meski sejumlah daerah mulai masuk tahap peringatan, DLHP Sumsel memastikan belum ada kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat secara besar-besaran, termasuk meliburkan siswa sekolah maupun pekerja.

“Pembatasan aktivitas baru akan menjadi pertimbangan jika nilai ISPU sudah memasuki kategori berbahaya, yaitu mencapai 301 atau lebih,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila kabut asap mulai memekat.

Masyarakat yang memiliki gangguan saluran pernapasan juga diminta lebih waspada dan menghindari paparan asap untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk.

“Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu,” kata Idrus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Perkembangan Inflasi Indonesia pada Oktober 2026

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...

Gencatan Senjata Lokal di Kherson Berakhir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.