Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Goa Bokimoruru, Lorong Karst di dalam Hutan Halmahera

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 07:23 WIB | Oleh:
Goa Bokimoruru, Lorong Karst di dalam Hutan Halmahera Doc: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kab. Halmaher
Ket. Goa Boki Moruru adalah sebuah goa alam yang terletak di sungai Sageyen desa Sagea, kecamatan Weda Utara.

BERSEMBUNYI dalam dalam hutan tropis Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Goa Bokimoruru, memperlihatkan bagaimana air dan batuan dapat membentuk lanskap yang unik selama jutaan tahun. Dikenal juga sebagai Gua Batu Lubang, destinasi ini merupakan bagian dari Ekosistem Karst Sagea dan menjadi salah satu sistem gua terpanjang yang diketahui di Pulau Halmahera.

Keistimewaan Bokimoruru bukan semata-mata pada ukuran lorong atau keindahan stalaktit dan stalagmitnya. Gua ini merupakan bagian dari sistem hidrologi bawah tanah yang menghubungkan air permukaan dengan sungai bawah tanah. Karena itu, kondisi gua sangat bergantung pada keadaan lingkungan di atasnya.

Ekosistem Karst Sagea sendiri membentang sekitar5.174 hektar. Kawasan ini memiliki berbagai bentuk bentang alam karst, mulai dari bukit karst, dolina, sinkhole atau ponor hingga gua dan jaringan sungai bawah tanah.

Lautan Purba

Untuk memahami Bokimoruru, proses pembentukannya perlu dilihat jauh ke belakang dalam sejarah geologi Halmahera. Perbukitan karst di sebelah utara Desa Sagea tersusun terutama oleh batu gamping yang terbentuk pada lingkungan laut pada masa Paleosen-Eosen, sekitar 65 hingga 38 juta tahun lalu.

Pada masa tersebut, wilayah yang kini menjadi bagian dari Halmahera memiliki sejarah geologi yang berbeda dengan kondisi daratannya sekarang. Material karbonat yang berasal dari organisme laut dan proses pengendapan kimia terakumulasi di lingkungan laut dan kemudian mengalami proses geologi yang panjang.

Batuan gamping tersebut kemudian mengalami pengangkatan dan tersingkap ke permukaan. Setelah berada di lingkungan darat, batuan menghadapi proses pelapukan dan pelarutan yang berlangsung terus-menerus. Di sinilah proses karstifikasimemainkan peran utama.

Bagaimana Bisa Terbentuk?

Batu gamping pada dasarnya tersusun terutama dari mineral karbonat, khususnya kalsit. Air hujan yang jatuh ke permukaan tidak sepenuhnya berupa air murni. Ketika melewati atmosfer dan terutama ketika meresap melalui tanah, air dapat menyerap karbon dioksida (CO₂) sehingga menjadi sedikit asam.

Air yang mengandung asam karbonat lemah tersebut kemudian meresap melalui rekahan, retakan, dan bidang perlapisan batu gamping. Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai: air hujan + CO₂ → asam karbonat → melarutkan batu gamping.

Dalam waktu singkat, perubahan tersebut hampir tidak terlihat. Namun jika berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun, pelarutan sedikit demi sedikit dapat memperbesar rekahan batuan menjadi saluran air, lorong, ruang bawah tanah, hingga sistem gua. Inilah mekanisme dasar terbentuknya banyak gua karst, termasuk sistem gua di kawasan Sagea.

Karst Sagea menunjukkan perkembangan karstifikasi yang baik. Di permukaan ditemukan bentang alam eksokarst, sedangkan bagian bawah permukaan memperlihatkan endokarst berupa gua dan jaringan aliran air bawah tanah.

Dari Rekahan Menjadi Lorong Raksasa

Pembentukan gua tidak terjadi seperti menggali terowongan secara seragam. Air cenderung mengikuti bagian batuan yang lebih mudah dilalui, terutama rekahan dan zona lemah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.