Pawai Khitong Jadi Magnet Baru Wisata Batam
📅 Senin, 28 Sep 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim PenulisBATAM – Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menampilkan perpaduan tradisi Tionghoa dengan beragam kesenian Nusantara yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan keragaman budaya menjadi salah satu kekuatan Batam yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.
“Batam ini adalah kota yang sangat beragam. Berbagai budaya hidup berdampingan dan dapat ditampilkan dalam satu ruang yang sama. Ini menjadi kekuatan bagi Batam, karena masyarakat maupun wisatawan bisa melihat langsung bagaimana keberagaman itu menjadi bagian dari kehidupan kita,” kata Ardiwinata saat dihubungi di Batam, Senin.
Kegiatan tersebut diikuti 68 peserta Khitong dari dalam dan luar negeri serta berbagai kelompok seni budaya. Pawai dimulai dari depan Cardinal Lucky Star Hotel menuju kawasan Martabak Har atau sekitar Sari Jaya Hotel.
Dalam pawai tersebut, tradisi Khitong seperti barongsai dan naga dipadukan dengan kesenian Melayu, Padang, Dayak, Reog, silat hingga kesenian dari kawasan Indonesia Timur.
Menurut Ardiwinata, kegiatan budaya tidak hanya berperan dalam melestarikan tradisi, tetapi juga dapat dikemas menjadi atraksi wisata yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, wisatawan bisa menikmati Batam tidak hanya dari destinasi wisata, tetapi juga dari kekayaan budaya masyarakatnya,” ujar dia.
Ia mengatakan kegiatan budaya seperti Pawai Khitong juga berpeluang menarik wisatawan mancanegara, khususnya dengan posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
“Kita berharap mereka datang bukan hanya untuk menikmati destinasi di sini, tetapi juga menyaksikan event dan budaya yang ada di Batam,” katanya.
Ketua Panitia Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026 Susanto Theodolite mengatakan konsep kegiatan sengaja memadukan tradisi Khitong dengan kesenian berbagai daerah di Indonesia.
“Tradisi Khitong tetap menjadi bagian utama, namun dipadukan dengan kesenian dari berbagai daerah Indonesia,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali ritual sembahyang Thi Kong, kemudian peserta dari Vihara Cipta Dharma dan Vihara Budhi Bhakti bergerak menuju titik kumpul sebelum mengikuti pawai.
Setibanya di lokasi utama, peserta menampilkan atraksi Khitong dan pertunjukan budaya Nusantara di hadapan masyarakat dan tamu undangan. Pawai tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Batam Kue Bulan Fest.
Dengan pelaksanaan Pawai Khitong 2026, Batam kembali menunjukkan potensi sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya sekaligus ruang perjumpaan berbagai komunitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!