Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Goa Bokimoruru, Lorong Karst di dalam Hutan Halmahera

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 07:23 WIB | Oleh:

Ketika air terus mengalir, rekahan tersebut semakin lebar. Saluran kecil kemudian dapat berkembang menjadi lorong. Dalam kondisi tertentu, beberapa saluran dapat bertemu dan membentuk ruang yang jauh lebih besar. Bokimoruru memperlihatkan hasil proses ­tersebut.

Gua ini memiliki lorong horizontal yang bercabang dan bertingkat, disertai ruang-ruang besar atau disebut dengan chamber. Secara geologi, lorongnya berkembang pada batu gamping masif.

Tim ekspedisi speleologi Prancis pada 1980-an berhasil memetakan bagian gua hingga ribuan meter. Data yang dirujuk sejumlah sumber mencatat panjang pemetaan sekitar7.467 meter, sedangkan pemetaan yang lebih luas kemudian mencatat sekitar8.685 meter.

Perbedaan angka tersebut kemungkinan berkaitan dengan perkembangan pemetaan dan cakupan lorong yang berhasil didokumentasikan. Dengan jaringan lorong tersebut, Bokimoruru menjadi salah satu sistem gua paling penting yang telah diketahui di Pulau Halmahera.

Sungai di Dalam Gua

Keberadaan sungai bawah tanah merupakan salah satu ciri penting Bokimoruru. Pada kawasan karst, air hujan tidak selalu mengalir seluruhnya sebagai sungai di permukaan. Sebagian air masuk melalui rekahan, ponor, sinkhole, dan saluran lain menuju bagian bawah tanah. Fenomena ini membuat kawasan karst dapat berfungsi seperti sistem perpipaan alami.

Air yang masuk dari permukaan kemudian mengalir melalui lorong-lorong bawah tanah sebelum kembali keluar ke permukaan melalui mata air atau mulut gua. Sistem inilah yang terjadi di Goa Bokimoruru.

Sungai bawah tanah yang mengalir di dalam goa kemudian muncul ke permukaan dan menjadi bagian dari Sungai Sagea atau Sageyen. Forest Watch Indonesia (FWI) mencatat bahwa aliran tersebut memiliki debit sekitar 7,3 meter kubik per detik berdasarkan pengukuran yang dirujuk dari APS pada 1988. Dengan demikian, sungai di depan Goa Bokimoruru sebenarnya merupakan bagian dari sistem hidrologi yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Beberapa sungai permukaan di bagian utara kawasan karst diperkirakan masuk ke sistem bawah tanah dan kemudian muncul kembali di sekitar Bokimoruru. Salah satu informasi yang dirujuk FWI menyebutkan bahwa aliran dari Sungai Yonelo dan Sepo diduga menjadi bagian dari sistem tersebut.

Stalaktit dan Stalagmit yang Memukau

Selain sungai bawah tanah, bagian yang menarik dari Bokimoruru adalah ornamen guanya. Pengunjung dapat menemukan stalaktit, stalagmit, flowstone, pilar, gourdam, tirai gua, hingga soda straw. Beberapa ornamen tersebut berukuran sangat besar. Pembentukan ornamen tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari proses pelarutan batu gamping.

Ketika air meresap dari permukaan, air membawa mineral terlarut, terutama kalsium karbonat. Ketika tetesan air mencapai ruang gua dan mengalami perubahan kondisi terutama kehilangan sebagian CO₂—kalsium karbonat dapat mengendap kembali.

Proses tersebut sangat lambat. Karena itu, ornamen gua dapat menjadi semacam arsip geologi, yang merekam kondisi lingkungan dan hidrologi selama periode waktu yang ­panjang. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.