Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Ungkap Strategi Baru Tangani Stunting di Papua dengan Berbasis Data Akurat

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:18 WIB | Oleh:
BKKBN Ungkap Strategi Baru Tangani Stunting di Papua dengan Berbasis Data Akurat Doc: Antara foto/HO- BKKBN Papua
Ket. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, Rabu (19/8).

JAYAPURA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua menyebutkan penanganan stunting di daerah Papua perlu dilakukan berbasis data by name by address dengan begitu menghasilkan data yang lebih akurat lagi.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar di Jayapura, Kamis, mengatakan mengatakan penggunaan data yang akurat menjadi penting agar intervensi pencegahan dan penanganan stunting dapat diberikan secara tepat kepada keluarga yang berisiko.

"Pada Rabu (19/8) kami melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri guna melakukan evaluasi perkembangan program percepatan pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Sarles, penanganan stunting sangat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, serta mitra lainnya.

"Oleh sebab itu kami sangat mendorong penyamaan data antara BKKBN dan Dinas Kesehatan agar pemerintah daerah memiliki dasar yang sama dalam menentukan langkah intervensi," ujarnya.

Dia menjelaskan, jika di Papua hari ini mengalami penurunan, harus dilaporkan bersama-sama. Dan jika ada kenaikan perlu koordinasi dengan teman-teman di Dinas Kesehatan sehingga datanya bisa dipadukan.

"Seperti di sejumlah daerah yang menjadi perhatian dalam penanganan stunting, di antaranya Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi. Sementara Kota Jayapura berdasarkan perkembangan data yang disampaikan telah berada di kisaran 12 persen," katanya lagi.

Menurut dia, untuk mempercepat intervensi, pihaknya juga mendorong penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan perusahaan, perbankan, dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

"Kami berharap delapan kabupaten di Provinsi Papua dapat bergerak secara serentak bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting," ujarnya.

Dia menjelaskan karena perubahan angka stunting perlu dipantau secara berkala, baik ketika mengalami penurunan, kenaikan maupun stagnasi, sehingga pemerintah dapat segera menentukan intervensi yang sesuai.

"Saat ini, Papua masih mengacu pada data nasional dengan angka stunting sekitar 28 persen. Sehingga kami sangat berharap kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang berbasis data dapat menurunkan angka stunting di Papua secara berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.