Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 22:48 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi Doc: Antara
Ket. Ekspor minyak atsiri Indonesia kembali mencatatkan rekor. Sepanjang 2025 nilai ekspornya tembus USD 348,7 juta atau melonjak 34,4% dibanding 2024 yang sebesar USD 259,5 juta

JAKARTA – Ekspor minyak atsiri Indonesia kembali mencatatkan rekor. Sepanjang 2025 nilai ekspornya tembus USD 348,7 juta atau melonjak 34,4% dibanding 2024 yang sebesar USD 259,5 juta. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut ini momentum emas untuk mendorong hilirisasi dan mengerek Indonesia naik kelas dari pengekspor bahan baku menjadi produsen produk bernilai tinggi.

“Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (19/8).

Minyak Nilam Jadi Bintang, Masuk 10 Negara Besar

Dari total ekspor itu, minyak nilam atau patchouli oil menjadi komoditas utama. Nilainya mencapai USD 173,4 juta di 2025, naik 22,7% dari USD 141,3 juta di tahun sebelumnya.

Pasar ekspornya sudah menyebar luas. India, Singapura, Prancis, Spanyol, Amerika Serikat, China, Swiss, Belgia, Belanda, Jerman, Britania Raya, hingga Turki jadi tujuan utama.

Dengan capaian ini, Indonesia duduk di peringkat 5 eksportir minyak atsiri terbesar dunia di bawah India, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Total perdagangan minyak atsiri dunia sendiri mencapai USD 6,49 miliar di 2025.

Bidik Hilirisasi: Dari Bahan Baku ke Parfum & Obat

Kemenperin menilai tantangan terbesar sekarang adalah mengubah minyak nilam mentah menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi. 

Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan lewat teknologi pemurnian dan fraksinasi, nilam bisa diolah jadi hi-grade patchouli, fragrance, antiseptic, medicated oil, hingga aromatherapy.

“Dengan penguatan hilirisasi, pemanfaatan minyak nilam dapat diperluas, tidak hanya untuk pasar bahan baku, tetapi juga menjadi input bagi industri parfum, kosmetik, toiletries, farmasi, pestisida, dan aromaterapi,” kata Putu.

Bangun Ekosistem dari Hulu ke Hilir

Agar hilirisasi jalan, Kemenperin mendorong penguatan ekosistem lengkap. Mulai dari peningkatan kapasitas petani dan penyuling, penguatan koperasi, jaminan kualitas dan kontinuitas bahan baku, sampai perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Penguatan industri atsiri membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, petani, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra pasar. Dengan demikian petani dan penyuling memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan, sekaligus industri hilir mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Olahraga
Victor Wembanyama Menjadi K...
Daerah
Upaya pemulihan ekosistem p...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

2 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.