Pertunjukan Musik Bisa Memperkuat Kehadiran Budaya Indonesia di Dunia
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 23:22 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pertunjukan musik bisa menjadi langkah strategis dalam memperkuat kehadiran seni dan budaya Indonesia di tingkat dunia.
"Saya berharap kegiatan yang akan dijalankan tidak hanya menghibur tapi membawa pesan kebudayaan Indonesia, kekayaan budaya kita, dan menjadikan Indonesia visibel di dunia internasional,” kata Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pertunjukan musik “Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia” yang menghadirkan Tantowi Yahya dan Thomshell Band di tiga kota di Eropa.
Kegiatan itu menurutnya sejalan dengan misi Kementerian Kebudayaan dalam mendorong pemajuan kebudayaan nasional, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Rangkaian pertunjukan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan musik dan budaya Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi dan jejaring bagi para pelaku musik Indonesia di tingkat global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Kebudayaan terus mendorong pemajuan kebudayaan dan pertumbuhan industri budaya (Cultural and Creative Industries/CCIs) melalui pembangunan ekosistem musik yang inklusif dan berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tantowi Yahya menyampaikan bahwa rangkaian tur yang digelar di Oslo, Norwegia, Santa Susanna, Spanyol dan Den Haag, Belanda menyasar masyarakat Eropa sebagai audiens utama, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat internasional yang mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui musik.
Keberagaman karakter musik tersebut akan diperkenalkan melalui tiga lagu yang merepresentasikan kekayaan musikal Indonesia dari berbagai wilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kekayaan musik daerah Indonesia dapat dilihat dari tiga wilayah berdasarkan zona waktu, yakni Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur, yang masing-masing memiliki karakter musikal berbeda akibat pertemuan dengan berbagai pengaruh budaya," ujar Tantowi.
Dia mengatakan musik Indonesia bagian Barat banyak mendapat pengaruh budaya Islam dan Melayu yang terlihat dari penggunaan instrumen seperti gambus, mandolin, dan biola serta karakter vokal dengan cengkok yang khas.
Sementara itu, wilayah Tengah kuat dipengaruhi tradisi Jawa dan keraton dengan penggunaan tangga nada pentatonis seperti slendro, sedangkan wilayah Timur memiliki karakter musik yang kuat dengan pengaruh budaya Pasifik dan kehidupan masyarakat pesisir. Itulah kehebatan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!