Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg

1 Rabu, 19 Agu 2026, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg Doc: ANTARA
Ket. Kakao kering di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kenaikan hingga menembus Rp60 ribu per kilogram.

LEBAK – Harga kakao kering di Kabupaten Lebak, Banten, kembali naik hingga menembus Rp60 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp20 ribu per kg, seiring musim kemarau panjang.

‎"Kita sejak sepekan terakhir ini harga kakao kering mengalami kenaikan hingga Rp60 ribu per kg," kata Budiman, seorang penampung hasil bumi di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Rabu (19/8).

‎Kenaikan harga kakao di pasaran itu, sehubungan memasuki musim kemarau panjang dan dibeberapa daerah, termasuk di Banten belum panen.

‎Saat ini, kata dia, petani yang menjual kakao kering relatif kecil antara 15 kg sampai 200 kg dan kebanyakan stok panen bulan Juni 2026.

‎"Kami sekarang bisa menampung kakao rata-rata 500–600 kilogram per hari," kata Budiman.

‎Didi (57) seorang petani warga Warunggunung,Kabupaten Lebak, mengaku dirinya menjual kakao kering sebanyak 200 kg maka menghasilkan pendapatan Rp12 juta dengan harga Rp60 ribu per kg.

‎Sebetulnya,kakao yang dijual itu stok panen Juni 2026 lalu, karena harga Rp20 ribu per kg.

‎"Kami menjual kakao itu setelah harga di penampung mengalami kenaikan," kata Didi.

‎Petani kakao lainnya, Samsun (60) warga Banjarsari Kabupaten Lebak mengaku dirinya menjual kakao kering sebanyak 100 kg dengan harga Rp60 ribu per kg sehingga menghasilkan ekonomi Rp6 juta.

‎"Kami merasa senang harga cokelat terjadi kenaikan sehingga membantu pendapatan ekonomi keluarga," katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pemerintah daerah juga mengembangkan komoditas perkebunan cokelat hingga ribuan hektare di sejumlah kecamatan guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

‎Pengembangan tanaman kakao tersebut karena permintaan pasar relatif tinggi dan bisa mewujudkan kesejahteraan keluarga petani.

‎"Kita menyambut positif dengan kenaikan harga kakao itu hingga menembus Rp60 ribu per kg, bahkan pernah mencapai Rp120 ribu per kg," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.