Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Tangkapan Jadi Cuan: Perempuan Bajo Torsiaje, Mengolah Gurita Menjadi Asa

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Tangkapan Jadi Cuan: Perempuan Bajo Torsiaje, Mengolah Gurita Menjadi Asa Doc: ANTARA/Faradila Alim.
Ket. Produk olahan hasil laut produksi kelompok nelayan perempuan, Torsiaje, Gorontalo di pameran UMKM Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 di Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026).

GORONTALO – Dari pesisir Torsiaje, Gorontalo, gurita tak lagi sekadar hasil tangkapan yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tangan kelompok nelayan perempuan Sipakullong, hasil laut tersebut diolah menjadi sambal dan camilan stik gurita yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kreativitas itu menjadi cara para perempuan pesisir untuk memberi nilai tambah pada hasil laut sekaligus membuka peluang usaha.

Gurita yang sebelumnya dijual dalam bentuk segar kini memiliki beragam olahan, sehingga tidak hanya bergantung pada harga hasil tangkapan di pasar.

Langkah kelompok Sipakullong menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi laut.

Dari dapur sederhana, hasil tangkapan nelayan diolah menjadi produk bernilai tambah, membuka peluang pendapatan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Sipakullong yang dalam bahasa Bajo berarti saling merangkul merupakan kelompok nelayan perempuan yang dibentuk melalui proses pendampingan Jaringan Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) bersama masyarakat setempat.

Salah seorang pendamping dari Japesda, Sri Dewi Karim Nagi, mengatakan kelompok tersebut mengembangkan sejumlah produk berbahan dasar gurita, mulai dari sambal hingga stik gurita yang menjadi camilan ringan.

"Kami menjual sambal gurita sama stik gurita. Ada dua varian, original sama balado," kata Dewi di Gorontalo, Sabtu (12/9).

Ia menjelaskan pengembangan olahan gurita dilakukan untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan yang sebelumnya lebih banyak dijual dalam kondisi mentah.

Kelompok Sipakullong mulai mengembangkan produk olahan gurita sejak 2022. Pada tahap awal, kelompok mencoba membuat bakso gurita, namun produk tersebut belum banyak diminati karena masyarakat lebih familiar dengan bakso berbahan daging dan ikan.

"Kita mulai dari bakso gurita, cuma memang waktu itu gurita kurang peminat. Mungkin karena masyarakat lebih mengenal mengonsumsi bakso daging sama bakso ikan," ujarnya.

Kelompok kemudian mengembangkan produk sambal dan stik gurita. Produk tersebut kini dipasarkan di Gorontalo dan telah diperkenalkan dalam kegiatan pameran di luar daerah, termasuk di Sorong dan Bali.

Menurut Dewi, pengolahan juga menjadi pilihan untuk memanfaatkan hasil tangkapan gurita yang mengalami kerusakan fisik akibat proses penangkapan secara tradisional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Negara-Negara BRICS Bersatu Bela Kedaulatan Suriah

28 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Negara-Negara BRICS Bersatu...
Luar Negeri
Militer Yaman Berjibaku Reb...
Daerah
Sekda Jateng Gaungkan MTQ N...
Luar Negeri
Trump Anggap Hubungan Dagan...
Luar Negeri
Meksiko Ogah Dijadikan Bagi...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.