Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan Mengancam, Produktivitas Tanaman Bisa Merosot

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kekeringan Mengancam, Produktivitas Tanaman Bisa Merosot Doc: ANTARA/ HO-BPBD Sulteng
Ket. Ilustrasi - Lahan pertanian mengalami kekeringan akibat berkurangnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

MATARAM – Musim kemarau panjang tidak hanya membuat suhu udara meningkat, tetapi juga meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air, pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, menurunkan produktivitas lahan, hingga meningkatkan risiko kebakaran, sehingga diperlukan langkah antisipasi dan pengelolaan sumber daya air yang lebih serius.

Akademisi Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Mataram Hilman Ahyadi mengingatkan musim kemarau panjang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman pertanian akibat terbatasnya ketersediaan air untuk irigasi.

"Jadi belum sempat menjadi buah, jangankan buah, jadi bunga saja tidak sempat karena kekurangan dan kekeringan air, ia (tanaman) akan mati, akhirnya gagal panen," ujarnya di Mataram, Sabtu (13/9).

Hilman menjelaskan kekurangan air akibat kemarau panjang membuat tanaman mengalami dehidrasi, sehingga pertumbuhan dan produktivitas tanaman terganggu.

Dampak gagal panen tersebut tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi dapat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Hasil panen yang berkurang berpotensi menurunkan stok beras atau pangan, sehingga harga pangan atau beras dapat mengalami kenaikan.

Selain berdampak pada produktivitas tanaman, imbuh dia, musim kemarau panjang juga mempengaruhi keberadaan hama. Kondisi lahan yang kering dan berkurangnya sumber makanan membuat hama cenderung bermigrasi ke wilayah yang masih memiliki sumber makanan dan air.

"Kalau lahannya kering tidak ada makanan, maka mereka (hama) cenderung bermigrasi... Kemungkinan tidak terlalu banyak, karena faktor yang utama dari pertanian itu masalah air atau kekeringan," kata Hilman.

Lebih lanjut dia mengungkapkan hama yang berasal dari dalam tanah juga terdampak kondisi tanah yang semakin kering. Kekurangan air dapat menyebabkan sebagian hama mati, sedangkan hama yang mampu bertahan berpotensi berpindah ke wilayah yang memiliki sumber makanan atau dekat dengan sumber air.

Hilman menambahkan kemarau panjang tidak serta-merta meningkatkan risiko penyakit tanaman. Dampak yang lebih dominan justru kekurangan air yang menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko gagal panen.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berpeluang berlangsung hingga akhir November 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan musim hujan yang biasanya terjadi pada November diperkirakan mengalami kemunduran hingga Desember akibat pengaruh El Nino sangat kuat dengan indeks mencapai +2,74 derajat Celcius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Negara-Negara BRICS Bersatu Bela Kedaulatan Suriah

28 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Negara-Negara BRICS Bersatu...
Luar Negeri
Militer Yaman Berjibaku Reb...
Daerah
Sekda Jateng Gaungkan MTQ N...
Luar Negeri
Trump Anggap Hubungan Dagan...
Luar Negeri
Meksiko Ogah Dijadikan Bagi...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.