Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guguran Lava Gunung Karangetang Mencapai 1.000 Meter, Status Level II Waspada

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 22:55 WIB | Oleh:
Guguran Lava Gunung Karangetang Mencapai 1.000 Meter, Status Level II Waspada Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

MANADO - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mencatatkan guguran lava pijar dengan jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah barat dan barat daya, Minggu (13/9). 

Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi-Maluku mengimbau warga maupun wisatawan untuk mematuhi rekomendasi status Level II (Waspada) dengan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya radius 1,5 kilometer dari puncak kawah.

"Teramati guguran lava dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke barat daya dan barat," kata Humas Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi- Maluku, Kementerian ESDM, Refly Aror di Manado, Minggu.

Dia menambahkan, pada periode pengamatan tersebut asap kawah utara putih tebal lebih kurang 10-500 meter.

"Pada malam hari tampak dari CCTV sinar api kawah selatan lebih kurang 5-10 meter. Guguran lava pijar kawah utara meluncur ke arah barat daya dan selatan lebih kurang 700-1.000 meter," ujarnya.

Selanjutnya, terekam sebanyak satu kali gempa guguran, 79 kali gempa embusan, satunya kali gempa tremor non harmonik, 27 kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dalam, serta lima kali gempa tektonik jauh.

"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang Level II (Waspada)," katanya menambahkan.

Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.

Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Selanjutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Kimi Antonelli Juarai Formu...
Ekonomi
Harga BBM Eceran Melejit, W...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.