Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:41 WIB | Oleh:

Tanpa diduganya, video dokumentasi keluarga tersebut menembus lebih dari satu juta penonton karena memicu rasa ingin tahu masyarakat luas.

Melalui pengalaman tersebut, Elsa menyadari bahwa konten yang berdampak adalah konten yang memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan sehari-harinya.

Didorong kesadaran tersebut, serta ketertarikannya pada sejarah keluarga peranakan Tionghoa setelah sempat mengikuti program pertukaran pelajar di Taiwan, Elsa memutuskan untuk memublikasikan video empat hingga enam kali seminggu guna merangkum materi sejarah menjadi narasi sehari-hari yang mudah dipahami generasi muda.

Elsa berfokus pada topik-topik yang banyak ditanyakan pengikutnya setiap kali siaran. Melalui materi yang ia peroleh dari video tersebut, ia kemudian mengangkat kasus perusakan (vandalisme) makam kapiten Tionghoa terakhir di Tangerang yang sempat memicu perhatian publik.

Elsa melihat tingginya kepedulian penonton terhadap pelestarian warisan sejarah.

Ia kemudian mengembangkan edukasi berbasis digital itu menjadi kegiatan luar jaringan (luring) lewat tur wisata jalan kaki, Benteng Walking Tour, di kawasan Pasar Lama Tangerang agar pengikutnya bisa melihat visual situs sejarah secara langsung di lapangan dan memahami nilai-nilai akulturasi budaya dan toleransi dalam keberadaan kelenteng dan masjid tua yang terletak berdampingan, dan lain-lain.

Tur tersebut tidak hanya diikuti orang lokal, tetapi merambah luas sampai luar Tangerang.

"Bahkan pernah juga ada orang Malaysia, ada Belanda juga pernah, Jepang, sama kemarin juga dari China ada," kata pemilik akun @elsa.novias itu mengenai peserta kegiatan tur yang dia adakan.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan oleh Owen, Hendri, dan Elsa itu melahirkan sebuah kesimpulan bahwa di era digital, isu-isu pelik yang selama ini berjarak dengan publik ternyata dapat menemukan momentumnya saat disampaikan lewat cerita yang sederhana.

Ketika kepedulian terhadap lingkungan disuarakan secara membumi, perjuangan konveksi warga desa direkam dengan jujur, dan penelusuran sejarah cagar budaya dituturkan secara emosional, media sosial berhenti sekadar menjadi panggung hiburan penunjang algoritma.

Ia juga mampu menularkan kesadaran kolektif yang mampu mengubah penonton pasif menjadi pelaku dari sebuah perubahan di kehidupan nyata dan mengisi kemerdekaan secara positif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.