Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:41 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di era digital menghadirkan semangat kontribusi dari para pemuda yang lebih reflektif dan menyesuaikan perkembangan zaman.
Semangat tersebut ditunjukkan dengan konten media sosial yang semakin edukatif dan kreatif serta membahas berbagai isu pelik dan jarang dibicarakan oleh kebanyakan orang.
Tiga kreator konten Indonesia, Jerhemy Owen, Hendri Alejandro, dan Elsa Novia Sena menunjukkan bahwa dampak positif bagi masyarakat luas melalui media sosial bisa terjadi jika kontennya dibuat dengan pendekatan penyampaian yang sederhana.
Mereka mengemas isu lingkungan, ekonomi perdesaan, dan sejarah agar mudah dipahami masyarakat.
Jerhemy Owen aktif mengedukasi publik mengenai pelestarian lingkungan. Hendri Alejandro membantu pemasaran produk konveksi warga desanya, sedangkan Elsa Novia Sena memublikasikan cerita warisan budaya peranakan Tionghoa Cina Benteng serta cagar budaya dan pariwisata Tangerang agar dapat dikenali publik secara lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga figur tersebut menggunakan pengalaman langsung di lapangan sebagai bahan konten. Mereka merekam kegiatan nyata mereka agar penonton dapat memahami informasi berat menjadi lebih ringan.
Jerhemy Owen tergerak membuat konten lingkungan setelah menempuh studi S1 Ilmu Lingkungan di Belanda.
Saat itu, ia mengaku kebingungan menghadapi materi mengenai emisi karbon dan jejak karbon (carbon footprint) di perkuliahan karena istilah tersebut terasa asing bagi pemula.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengalaman tersebut menyadarkan Owen bahwa isu lingkungan sering kali terlalu berat untuk disampaikan.
Sehingga ia pun terdorong untuk mengedukasi publik menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti.
Keinginan untuk terus membagikan edukasi lingkungan dengan bahasa yang dekat dengan keseharian warga itulah yang kemudian membawanya memperluas aksi nyata melalui berbagai program yang digagasnya sejak aktif di media sosial.
Setelah lulus, Owen diundang ke forum lingkungan global COP 29 PBB di Azerbaijan. Diskusi dalam acara tersebut melahirkan gerakan Wenanam di Aceh.
Program itu memadukan aksi penanaman pohon di wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor dengan edukasi digital tentang kegiatan penanaman pohon.
Jenis tanaman yang dipilih mencakup pohon pionir, tanaman pelindung habitat (barrier) alami satwa liar, serta tanaman produktif (agroforestry) berupa kopi dan durian yang hasilnya dapat meningkatkan ekonomi warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!