Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:41 WIB | Oleh:
Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial Doc: Antara foto
Ket. Tiga kreator konten Indonesia Jerhemy Owen, Elsa Novia Sena dan Hendri Alejandro membagikan cara menjadi konten kreator yang populer dan dapat memberi dampak positif saat ditemui di sela acara di Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

JAKARTA - Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di era digital menghadirkan semangat kontribusi dari para pemuda yang lebih reflektif dan menyesuaikan perkembangan zaman.

Semangat tersebut ditunjukkan dengan konten media sosial yang semakin edukatif dan kreatif serta membahas berbagai isu pelik dan jarang dibicarakan oleh kebanyakan orang.

Tiga kreator konten Indonesia, Jerhemy Owen, Hendri Alejandro, dan Elsa Novia Sena menunjukkan bahwa dampak positif bagi masyarakat luas melalui media sosial bisa terjadi jika kontennya dibuat dengan pendekatan penyampaian yang sederhana.

Mereka mengemas isu lingkungan, ekonomi perdesaan, dan sejarah agar mudah dipahami masyarakat.

Jerhemy Owen aktif mengedukasi publik mengenai pelestarian lingkungan. Hendri Alejandro membantu pemasaran produk konveksi warga desanya, sedangkan Elsa Novia Sena memublikasikan cerita warisan budaya peranakan Tionghoa Cina Benteng serta cagar budaya dan pariwisata Tangerang agar dapat dikenali publik secara lebih baik.

Ketiga figur tersebut menggunakan pengalaman langsung di lapangan sebagai bahan konten. Mereka merekam kegiatan nyata mereka agar penonton dapat memahami informasi berat menjadi lebih ringan.

Jerhemy Owen tergerak membuat konten lingkungan setelah menempuh studi S1 Ilmu Lingkungan di Belanda.

Saat itu, ia mengaku kebingungan menghadapi materi mengenai emisi karbon dan jejak karbon (carbon footprint) di perkuliahan karena istilah tersebut terasa asing bagi pemula.

Pengalaman tersebut menyadarkan Owen bahwa isu lingkungan sering kali terlalu berat untuk disampaikan.

Sehingga ia pun terdorong untuk mengedukasi publik menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

Keinginan untuk terus membagikan edukasi lingkungan dengan bahasa yang dekat dengan keseharian warga itulah yang kemudian membawanya memperluas aksi nyata melalui berbagai program yang digagasnya sejak aktif di media sosial.

Setelah lulus, Owen diundang ke forum lingkungan global COP 29 PBB di Azerbaijan. Diskusi dalam acara tersebut melahirkan gerakan Wenanam di Aceh.

Program itu memadukan aksi penanaman pohon di wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor dengan edukasi digital tentang kegiatan penanaman pohon.

Jenis tanaman yang dipilih mencakup pohon pionir, tanaman pelindung habitat (barrier) alami satwa liar, serta tanaman produktif (agroforestry) berupa kopi dan durian yang hasilnya dapat meningkatkan ekonomi warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.