Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 07:41 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoKomitmen Owen terhadap pemulihan ekosistem Indonesia juga tidak berlangsung di Sumatera.
"Kami juga ada pembangunan akses air bersih, yaitu Wengalir, membangun akses air bersih di Nusa Tenggara Timur, juga membangun sekolah," kata pemilik akun @jerhemynemoo itu.
Ragam inisiatif tersebut menegaskan konsistensinya dalam menjembatani isu ekologi yang berat agar dapat diterima dan dikerjakan bersama oleh masyarakat luas.
Kisah pemanfaatan sosial media untuk menggerakkan masyarakat secara nyata juga dialami oleh Hendri Alejandro di pembuatan konten edukasi sektor ekonomi perdesaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemuda asal Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, ini memulai langkahnya pada akhir tahun 2021 melalui pengelolaan kedai kopi mandiri, di mana ia kerap mengantar pesanan langsung menggunakan sepeda motor dan berinteraksi dengan para pelanggan setianya.
Dari obrolan teras dengan para pelanggan tersebut, Hendri mendapati fakta bahwa sebagian besar dari mereka merupakan perajin konveksi pakaian bayi rumahan yang usahanya tengah berada di ujung tanduk akibat hantaman pandemi COVID-19.
Hendri bersama tim membentuk wadah digital berupa toko digital di media sosial bernama @Ibun_mall untuk membantu memasarkan produk konvensi lokal tersebut dengan mengoptimalkan fitur siaran langsung di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivitas siaran langsung secara rutin membuat mereka belajar bahwa penyampaian aktivitas harian warga perdesaan secara apa adanya dalam video promosi dapat membantu memulihkan usaha para perajin serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Keberhasilan Hendri dalam merangkum realitas kehidupan perdesaan ke dalam siaran langsung dan platform toko digital Ibun Mall memperlihatkan bahwa konten yang berpijak pada kedekatan dengan realitas mampu memberikan solusi ekonomi yang nyata bagi warga desa.
Selain harus jujur, konten yang memiliki kedekatan emosional turut dirasakan penting oleh Elsa Novia Sena, selama perjalanan karir kreatifnya di platform digital.
Elsa, yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai lulusan ahli gizi, awalnya memproduksi konten bertema makanan rumahan yang sehat di sosial media sesuai latar pendidikannya.
Konten video tersebut terus dibuat sekian rupa, namun ia merasa hasilnya belum maksimal.
Titik baliknya terjadi pada November 2022 saat ia mendokumentasikan prosesi peringatan satu tahun kematian neneknya dalam tradisi adat Tionghoa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!