Iran Klaim Siapkan Rp476 Juta bagi Penangkap Tentara AS
📅 Senin, 17 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
TEHERAN – Militer Iran pada Minggun (16/8) mengumumkan pemberian hadiah sebesar US$30.000 atau sekitar 5 miliar toman bagi pihak yang membunuh atau menangkap personel militer Amerika Serikat (AS). Hadiah tersebut disebut akan diberikan dua kali lipat jika aksi dilakukan oleh perempuan.
Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami mengatakan program tersebut disusun setelah adanya banyak permintaan dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam dukungan finansial. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Tidak diketahui adanya pengerahan pasukan darat AS di Iran selama konflik di kawasan Timur Tengah, kecuali dalam sebuah misi penyelamatan pada April untuk mengevakuasi seorang pilot Amerika yang pesawatnya jatuh.
Hatami tidak menjelaskan secara rinci mengenai lokasi maupun waktu aksi penangkapan atau pembunuhan terhadap personel militer AS yang dimaksud.
"Siapa pun yang membunuh atau menangkap dan menyerahkan personel militer Amerika yang dianggap sebagai pasukan penyerbu akan menerima hadiah setara US$30.000 atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," kata Hatami.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan perempuan Iran yang melakukan tindakan tersebut akan mendapatkan hadiah dua kali lipat.
Hatami juga kembali menyerukan agar AS meninggalkan kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan AS tidak lagi diperbolehkan memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, maupun Selat Hormuz.
Konflik Iran-AS
Konflik antara Teheran dan Washington disebut bermula pada 28 Februari setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari sebulan setelah konflik berlangsung, AS melancarkan operasi penyelamatan besar untuk mengevakuasi seorang weapons systems officer dari pesawat tempur F-15 yang jatuh. Operasi tersebut melibatkan sekitar 200 personel militer AS dan lebih dari 170 pesawat.
Dalam operasi tersebut, pasukan Iran dilaporkan merusak sebuah pesawat serang darat A-10 yang kemudian mendarat darurat di wilayah yang dikuasai pihak sekutu. AS juga dilaporkan meninggalkan dan menghancurkan sejumlah pesawat yang digunakan dalam operasi, termasuk pesawat angkut C-130.
Beberapa hari sebelumnya, pilot F-15 tersebut telah dievakuasi oleh awak helikopter dalam operasi yang lebih kecil.
Konflik kemudian dihentikan sementara melalui gencatan senjata pada April setelah hampir 40 hari pertempuran. Kesepakatan tersebut diikuti kerangka pembicaraan damai pada Juni, tetapi proses tersebut kemudian terhenti.
Sejak saat itu, Iran dan AS masih beberapa kali terlibat saling serang. Pertempuran terutama terjadi di wilayah selatan Iran dan sekitar Selat Hormuz.
Kontak tidak langsung antara kedua negara melalui mediator juga masih berlangsung, meskipun belum menunjukkan perkembangan signifikan menuju terobosan diplomatik. Iran turut mengajukan sejumlah tuntutan untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk terkait kompensasi atas kerugian akibat perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!