Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temuan Baru! Peneliti Australia Temukan Cara Cegah Malaria, Ubah Gigitan Nyamuk Mematikan Jadi Booster Imun

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 08:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Temuan Baru! Peneliti Australia Temukan Cara Cegah Malaria, Ubah Gigitan Nyamuk Mematikan Jadi Booster Imun Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Tim peneliti di Australia menemukan cara baru untuk membantu mencegah malaria yang dapat mengubah gigitan nyamuk dari sumber infeksi mematikan menjadi penguat (booster) imun tubuh yang berkelanjutan terhadap penyakit tersebut.

MELBOURNE - Peneliti Australia menemukan cara baru untuk membantu mencegah malaria yang dapat mengubah gigitan nyamuk dari sumber infeksi mematikan menjadi penguat (booster) imun tubuh yang berkelanjutan terhadap penyakit tersebut.

Tim peneliti itu menunjukkan pendekatan vaksinasi baru yang dapat mempersiapkan sistem imun tubuh dalam melawan parasit malaria sebelum parasit tersebut menyebabkan penyakit, dengan gigitan nyamuk berikutnya bertindak sebagai penguat untuk meningkatkan kekebalan dari waktu ke waktu, demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Jumat (14/8) oleh Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research (WEHI) Australia.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Science tersebut, pendekatan itu melindungi tikus dari malaria hingga dua tahun, periode yang mencakup dua musim malaria dalam kondisi dunia nyata.

Para peneliti mengembangkan strategi imunisasi baru yang menggabungkan parasit malaria yang ditularkan melalui nyamuk dengan senyawa obat antimalaria yang masih dalam tahap investigasi, yang dikembangkan oleh WEHI dan perusahaan biofarmasi MSD.

Senyawa tersebut mampu menjebak parasit malaria pada tahap akhir di hati, tepat sebelum parasit memasuki aliran darah dan menyebabkan penyakit, sehingga memicu respons imun yang kuat yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap malaria, tunjuk studi itu.

Tim peneliti menyatakan bahwa gigitan nyamuk berikutnya dapat memperkuat kekebalan tersebut, yang berpotensi memungkinkan pendekatan vaksinasi dan penguatan kekebalan secara alami di daerah-daerah endemik malaria.

Suntikan berjangka panjang yang berbasis pada senyawa-senyawa tersebut saat ini sedang dalam tahap pengembangan praklinis, kata tim itu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malaria diperkirakan menyebabkan sekitar 610.000 kematian di seluruh dunia pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
KPK Berwenang Jemput Paksa ...
Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
DEMONSTRASI

Prancis Perpanjang Jam Malam

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.