Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Waswas Tunggu Sinyal The Fed dari Jackson Hole

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 17:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Waswas Tunggu Sinyal The Fed dari Jackson Hole Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole mencerminkan sikap pasar yang masih defensif menunggu sinyal arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar khawatir jika Warsh menegaskan fokus pada pengendalian inflasi, ekspektasi suku bunga tinggi dapat menguat dan mendorong permintaan dolar AS.

Ketidakpastian tersebut membuat rupiah rentan berfluktuasi, terlebih tekanan juga datang dari imbal hasil Treasury dan risiko geopolitik global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (26/8) bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi menilai kurs rupiah melemah menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada Jumat (28/6).

“Pidato Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi yang lebih jelas mengenai pandangan The Fed terhadap keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa pidato Warsh sangat penting karena para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan The Fed bersedia menyesuaikan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi.

Warsh sempat menghadapi kritik terkait kurangnya kejelasan mengenai pandangan ekonominya, sehingga pidato di Simposium Jackson Hole berpotensi menjadi sinyal penting bagi pasar.

Di samping itu, para investor kini beralih pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pada hari ini.

“Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.703 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Minta Warganya Hind...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.