Mielinasi dan Stimulasi, Dua Aspek Penting dalam Mendukung Proses Belajar Anak
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 22:50 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA — Perkembangan otak pada masa awal kehidupan menjadi salah satu perhatian dalam pengasuhan anak, terutama ketika anak tumbuh di tengah lingkungan yang semakin cepat berubah dan sarat teknologi. Melalui rangkaian “S-26 Exceptional Day 2026”, Wyeth Nutrition S-26 mengajak orang tua memahami pentingnya dukungan gizi dan stimulasi untuk menunjang proses belajar dan perkembangan anak.
Rangkaian kegiatan tersebut digelar di enam kota, yakni Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang, dan Palembang. Acara puncaknya berupa Momfluencers Gathering yang berlangsung di Buumi Playscape Pacific Place, Jakarta.
Salah satu topik yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah mielinasi, yaitu proses pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf. Lapisan tersebut membantu penghantaran sinyal antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien.
Proses ini merupakan bagian dari perkembangan sistem saraf yang berlangsung sejak awal kehidupan. Dalam konteks perkembangan anak, koneksi saraf yang semakin matang berperan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan pembelajaran, pemrosesan informasi, serta perkembangan kemampuan kognitif.
Dokter spesialis neurologi anak dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), mengatakan otak anak terus membangun dan menyempurnakan koneksi antarsel saraf, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
“Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Herbowo melalui siaran pers pada hari Senin (29/9).
Menurut dia, proses tersebut turut menunjang kemampuan anak dalam belajar, memproses informasi baru, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitif. Karena itu, dukungan terhadap perkembangan anak tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga stimulasi melalui berbagai pengalaman belajar.
Gizi dan Stimulasi
Perhatian terhadap perkembangan otak anak semakin relevan ketika Generasi Alfa dan Beta tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat anak memiliki akses lebih luas terhadap informasi dan pengalaman belajar.
Dalam materi yang disampaikan S-26, disebutkan bahwa 90 persen orang tua yang disurvei menilai AI akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi masa depan anak. Data tersebut dikutip dari survei CodeYoung terhadap orang tua dan anak.
Namun, kemampuan anak untuk menghadapi perubahan teknologi tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap perangkat atau informasi. Perkembangan kemampuan belajar tetap berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk perkembangan biologis, lingkungan, interaksi dengan orang tua, serta kesempatan memperoleh pengalaman yang beragam.
S-26 dalam kegiatan tersebut juga mengaitkan proses mielinasi dengan asupan sejumlah zat gizi. Perusahaan menyebut riset kolaboratif dengan Brown University mengenai kombinasi nutrisi dan pembentukan mielin menjadi salah satu dasar pengembangan formulasi produknya.
Riset yang dirujuk adalah penelitian Schneider dan kolega yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2023. Studi tersebut merupakan uji klinis yang melibatkan peneliti dari Nestlé Research, Brown University, dan Hasbro Children’s Hospital untuk melihat dampak formulasi nutrisi terhadap mielinisasi, kognisi, dan perilaku sejak lahir hingga usia dua tahun.
Dalam konteks tersebut, Wyeth Nutrition S-26 memperkenalkan S-26 Procal Gold Multilearn Connect yang mengandung kombinasi sphingomyelin, fosfolipid, dan alfa-laktalbumin, serta sejumlah nutrisi lain seperti AA, DHA, omega 3 dan 6, kolin, vitamin, dan mineral.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!