Arsitek Reformasi Ekonomi Tiongkok, Zhu Rongji, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 15:13 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIa mendorong penutupan atau restrukturisasi banyak perusahaan milik negara yang tidak efisien. Kebijakan tersebut memang meningkatkan efisiensi ekonomi, tetapi juga menimbulkan PHK dalam jumlah besar dan meninggalkan luka sosial bagi banyak pekerja.
Karena itu, warisan Zhu hingga kini tetap kontroversial.
Pendukungnya melihat dia sebagai reformis yang berani mengambil keputusan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan ekonomi.
Kritiknya menilai sejumlah kebijakannya menciptakan persoalan baru yang kemudian harus ditanggung generasi berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karakter Zhu
Ada satu karakter yang membuat Zhu berbeda dari banyak pejabat senior Tiongkok lainnya: keterusterangannya.
Zhu dikenal tidak suka berbasa-basi dan sering menyampaikan kritik dengan bahasa yang sangat tajam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika kumpulan pidatonya diterbitkan pada 2011, publik kembali dibuat terkejut oleh cara Zhu menggambarkan berbagai persoalan ekonomi dan pemerintahan.
Ia pernah mengecam konstruksi tanggul banjir yang buruk sebagai proyek dari "ampas tahu" yang dibangun oleh "parasit".
Para bankir yang dianggap tidak kompeten bahkan pernah ia sebut sebagai "orang bodoh".
Gaya bicara tersebut membuat Zhu mendapatkan reputasi sebagai pemimpin yang tidak takut mengatakan apa yang menurutnya benar.
Dan ia tidak hanya mengkritik orang lain.
Zhu juga secara terbuka mengakui bahwa pemerintahan yang dipimpinnya menghadapi masalah serius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!