Arsitek Reformasi Ekonomi Tiongkok, Zhu Rongji, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 15:13 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada 2011, Zhou Ruijin, mantan editor senior People's Daily, menggambarkan periode kepemimpinan Zhu sebagai era keberanian melakukan perubahan besar.
"Era Zhu Rongji adalah era yang mempromosikan reformasi besar-besaran, dan era itu memupuk sekelompok pengambil risiko pemberani yang berada di garis depan dalam merintis ekonomi pasar."
Zhou juga melihat bahwa semangat reformasi tersebut belum kehilangan relevansinya.
"Saat ini... masih ada potensi untuk langkah-langkah besar dalam reformasi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, 13 tahun setelah Zhu meninggalkan pemerintahan dan lebih dari dua dekade setelah ia pensiun dari jabatan perdana menteri, Tiongkok telah berubah menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Pertumbuhan tersebut tentu tidak hanya dibentuk oleh satu orang.
Namun, Zhu Rongji adalah salah satu teknokrat yang berada di ruang kendali ketika arah perjalanan itu ditentukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memilih reformasi ketika banyak pihak masih takut terhadap konsekuensinya.
Ia mendorong Tiongkok masuk ke WTO ketika sebagian pejabat khawatir keterbukaan justru akan menghancurkan industri dalam negeri.
Dan ia meninggalkan sebuah warisan yang paradoks: reformasi yang membantu melahirkan kekuatan ekonomi Tiongkok modern, tetapi sekaligus menciptakan sejumlah persoalan yang masih harus diselesaikan hingga hari ini.
Dalam berita kematiannya, Xinhua menyebut Zhu sebagai:
"Anggota Partai Komunis Tiongkok yang luar biasa, seorang pejuang komunis yang berpengalaman dan setia."
Kantor berita itu juga menulis:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!