Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Optimalkan Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin hingga Malam

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Optimalkan Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin hingga Malam Doc: ANTARA
Ket. Personil gabungan berjibaku memadamkan api kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten, dengan menggunakan semprotan air, Senin (6/7/2026).

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan operasi pemadaman kebakaran lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, dengan memperpanjang waktu kerja satuan tugas (satgas) darat hingga pukul 22.00 WIB.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, di Jakarta, Selasa (07/7), menjelaskan upaya pemadaman kebakaran lahan TPA itu membutuhkan penanganan khusus karena karakteristik materialnya menyerupai lahan gambut yang membara di dalam tumpukan sampah.

"Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah," kata dia.

Djohan memaparkan metode injeksi bawah permukaan tersebut dikombinasikan dengan penyemprotan di atas permukaan oleh satgas darat, sementara satgas udara melakukan pengeboman air (water bombing) guna mematikan kobaran api secara menyeluruh.

Kelancaran pasokan air untuk kebutuhan pemadaman darat maupun udara sangat terbantu berkat tersedianya fasilitas danau atau embung penampungan yang terletak di dekat lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin.

Keberadaan sumber air tersebut mempermudah helikopter pengebom air dalam melakukan pengisian ember (bucket) berukuran besar, sekaligus mempercepat distribusi pasokan air ke selang-selang pemadam di lapangan.

Dalam operasi taktis ini, penanganan area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi secara ketat menjadi tiga sektor operasional utama, yaitu sektor utara, tengah, dan selatan demi memudahkan koordinasi personel.

Kekuatan personel gabungan di lapangan diperkuat oleh unsur BPBD se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta jajaran relawan kebencanaan.

Tim gabungan tersebut didukung penuh oleh armada peralatan berat di darat yang meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, serta delapan unit buldozer untuk mengurai material penimbun bara sampah.

"Peristiwa kebakaran lahan pembuangan akhir sampah Jatiwaringin hendaknya menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026," ungkap Abdul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.