Revola Jateng Gebrak Lahan Tidur, Pertanian Terpadu Jadi Andalan
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim PenulisBANJARNEGARA – Menyulap lahan tidur yang terbengkalai selama belasan tahun menjadi kawasan pertanian terpadu menunjukkan bahwa optimalisasi aset lahan dapat menjadi strategi memperkuat ketahanan pangan tanpa terus membuka lahan baru.
Pengelolaan yang terintegrasi juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan dan lapangan usaha bagi masyarakat. Namun, keberlanjutannya bergantung pada produktivitas, tata kelola, irigasi, pendampingan petani, dan kepastian pasar agar lahan tidak kembali menjadi aset menganggur.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis menyulap lahan tidur yang telah belasan tahun tidak produktif menjadi kawasan pertanian terpadu untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Program Revola Jateng Optimis tersebut diterapkan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, yang ditinjau dan diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (10/8).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi mengatakan Revola Jateng Optimis tidak sekadar menghidupkan kembali lahan yang selama bertahun-tahun tidak digarap, juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan pertanian secara terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya ingin seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap," katanya.
Ia mengharapkan program tersebut dapat direplikasi di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sehingga lahan tidur di berbagai daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.
Menurut dia, Revola pada prinsipnya membangunkan lahan tidur untuk kemudian dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Desa Susukan, program tersebut dikembangkan melalui konsep integrated smart farming pada lahan seluas sekitar 10 hektare.
Kawasan itu ditanami kopi dan alpukat yang sekaligus berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk membantu menahan erosi, serta hortikultura dan padi.
Selain pertanian, kawasan tersebut dilengkapi kegiatan perikanan dan peternakan ayam serta kambing.
Pengelolaannya memanfaatkan teknologi smart farming yang dikendalikan petani milenial.
"Semua tersambung, campur baur, sehingga ujungnya masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai," kata Luthfi.
Ia mengatakan kolaborasi berbagai pihak dalam Revola diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara bertahap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!