Revola Jateng Gebrak Lahan Tidur, Pertanian Terpadu Jadi Andalan
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, program tersebut juga dapat menjadi salah satu model pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
Kepala Desa Susukan Hasyim Abdullah mengatakan masyarakat antusias karena Revola membuka kembali lahan tidur menjadi lahan produktif.
Menurut dia, hasil pertanian dan peternakan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun dijual guna menambah pendapatan.
"Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk sementara hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri, untuk peningkatan gizi, ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah seorang petani, Nur Fauzi mengatakan program Revola membantu mengoptimalkan kembali lahan yang selama sekitar 12 tahun tidak digarap.
Menurut dia, lahan bekas tanaman teh tersebut kini dimanfaatkan untuk kopi, alpukat, hortikultura, padi, perikanan, dan peternakan.
"Saya ikut ternak kambing, ayam, perikanan, dan lainnya. Saya juga menanam kopi, alpukat, dan hortikultura seperti cabai, terong hingga padi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengapresiasi keterlibatan petani muda karena program tersebut menggunakan teknologi smart farming.
Dengan demikian, petani muda nantinya dapat mengoperasikan drone, mesin penyiram, serta perangkat untuk mengukur unsur tanah sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!