Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tembus 78 Persen Target! Retribusi Pasar Cirebon Meroket Rp2,5 Miliar Hingga September 2026

📅 Senin, 28 Sep 2026, 20:45 WIB | Oleh:
Tembus 78 Persen Target! Retribusi Pasar Cirebon Meroket Rp2,5 Miliar Hingga September 2026 Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. Komoditas yang dijajakan di salah satu pasar tradisional di Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/9).

CIREBON - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat realisasi penerimaan retribusi dari sembilan pasar milik pemerintah daerah telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,5 miliar hingga September 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon Teguh Mulyono mengatakan capaian tersebut telah mencapai sekitar 78,5 persen, dari target retribusi pasar Rp3,2 miliar yang ditetapkan untuk tahun ini.

"Kalau melihat capaian sampai sekarang, kami masih optimistis target yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi sampai akhir tahun," kata Teguh di Cirebon, Senin (28/9).

Ia menjelaskan pemungutan retribusi dilakukan setiap hari kepada pedagang di pasar, yang dikelola Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan tarif disesuaikan berdasarkan tipe pasar dan jenis tempat berjualan.

Menurut dia, perbedaan karakteristik dan jumlah pedagang membuat besaran penerimaan pada setiap pasar tidak sama.

"Memang penerimaannya berbeda-beda karena kondisi dan jumlah pedagang di masing-masing pasar juga tidak sama," ujarnya.

Ia menuturkan untuk pasar tipe satu yang memiliki lebih dari 500 pedagang, tarif retribusi kios sebesar Rp5.500 per hari, lemprakan Rp2.500, dan pedagang tidak tetap Rp2.000.

“Sementara pasar tipe dua dengan jumlah pedagang kurang dari 500 orang menetapkan tarif kios Rp5.000 per hari, lemprakan Rp2.500, dan pedagang tidak tetap Rp2.000,” katanya.

Teguh mengatakan aktivitas pedagang tetap menjadi faktor penting, dalam menjaga penerimaan retribusi karena pemungutan dilakukan berdasarkan aktivitas berjualan di pasar.

"Kalau pedagangnya tetap aktif berjualan, penerimaan juga berjalan. Ada memang yang sesekali tutup, tetapi sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terhadap capaian," katanya.

Ia menyampaikan Pasar Pasalaran menjadi penyumbang retribusi terbesar dengan realisasi mencapai Rp699,5 juta hingga September 2026, sedangkan penerimaan terendah berasal dari Pasar Kue Weru yang mencapai lebih dari Rp78 juta.

"Pasar Pasalaran memang menjadi yang paling besar kontribusinya dibandingkan pasar lainnya," ujarnya.

Secara keseluruhan, kata dia, penerimaan retribusi dari sembilan pasar tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp9,5 juta per hari.

"Kami akan tetap menjaga pemungutan berjalan dengan baik sampai akhir tahun agar target penerimaan bisa tercapai," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Seluruh Penumpang KMP Batum...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.