Eropa Barat Alami Juni-Juli Terpanas dalam Sejarah
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis"Kita sekarang menghadapi El Nino yang sangat besar, mungkin belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal amplitudo. Jelas bahwa kontribusi yang berasal dari Pasifik tropis menjadi sangat penting," kata Buontempo kepada wartawan pada 5 Agustus lalu.
El Nino adalah fase hangat dari siklus iklim alami yang secara temporer meningkatkan suhu laut di Pasifik tropis dan dapat memengaruhi cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir di seluruh dunia. Hal ini juga menambah panas pada planet yang sudah menghangat akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Fenomena El Nino biasanya mencapai puncaknya di akhir tahun sebelum panas dilepaskan dari lautan ke atmosfer, yang menyebabkan kenaikan suhu global. El Nino terakhir membantu menjadikan tahun 2023 dan 2024 sebagai tahun terpanas kedua dan pertama dalam sejarah.
Buontempo mengatakan para ilmuwan memperkirakan rekor baru untuk suhu rata-rata global akan terjadi pada akhir tahun ini atau awal tahun 2027.
Copernicus melakukan pengukuran menggunakan miliaran data satelit dan cuaca, baik di darat maupun di laut, dan data mereka mencakup periode sejak tahun 1940. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!