Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Bahaya Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Indonesia

📅 Senin, 21 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh:
BMKG Ingatkan Bahaya Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Indonesia Doc: BMKG

JAKARTA - BMKG memprakirakan cuaca di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (21/9), didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat yang menggunakan transportasi udara diminta mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus, karena dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Prakirawan BMKG, Dendi, mengatakan wilayah Indonesia bagian barat secara umum masih berpotensi mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan. Hujan ringan, terutama diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara, serta beberapa daerah di Pulau Jawa.

"Untuk wilayah Indonesia bagian barat, secara umum diprediksi berawan hingga hujan ringan. Wilayah Jawa bagian barat juga masih berpotensi diguyur hujan ringan, khususnya Serang dan Bandung," kata Dendi dalam video prakiraan cuaca BMKG, di Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan, kondisi serupa diprakirakan muncul di sejumlah kawasan Indonesia timur. Seperti, Sulawesi bagian barat, Ambon di Maluku, serta Papua bagian utara hingga tengah.

Selain hujan, BMKG mendeteksi, potensi udara kabur di beberapa daerah yang dapat berdampak terhadap jarak pandang. Kondisi tersebut, berpotensi terjadi di wilayah:

- Sumatra bagian tengah hingga selatan,

- Kalimantan Timur

- Mataram, Nusa Tenggara Barat,

- Sorong dan Manokwari di Papua Barat.

Sementara itu, ia menjelaskan, masyarakat di Banjarmasin perlu mewaspadai kemungkinan munculnya asap atau kabut. Kondisi tersebut, tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu kenyamanan pernapasan.

Perhatian khusus, diberikan BMKG kepada pengguna transportasi udara karena terdapat potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di sejumlah wilayah.

"Awan jenis ini, dapat menimbulkan kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan, sehingga perlu diantisipasi oleh pengguna jasa penerbangan," ucap Dendi.

Potensi pertumbuhan cumulonimbus itu, terpantau di wilayah:

- Timur Aceh dan Sumatra Utara,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.