Doa Bersama 5.000 Jemaah, Gubernur Pramono Soroti Peran Anak Muda Demi Kota Jakarta
📅 Senin, 10 Agu 2026, 12:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat memperkuat semangat cinta tanah air melalui doa, zikir, dan kebersamaan lintas elemen bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri Bangsa dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan bangsa melalui pendekatan keagamaan dan kebangsaan. Acara itu dihadiri sekitar 5.000 jemaah serta sejumlah tokoh nasional, ulama, dan perwakilan berbagai elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Habib Luthfi bin Yahya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sekjen PB Jatma Aswaja Helmy Faisal, para ulama, habaib, serta sejumlah tokoh masyarakat. Forum tersebut mengusung tema “Meneguhkan Kembali Komitmen Bela Negara dan Cinta Tanah Air”.
Pramono mengapresiasi Habib Luthfi bin Yahya yang memilih Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Jakarta pada tahun berikutnya.
“Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Habib Luthfi telah memilih Jakarta sebagai tuan rumah acara ini. Mudah-mudahan tahun depan akan diadakan di sini lagi dan mudah-mudahan Gubernur Jakarta juga diundang kembali,” ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Pramono, kegiatan doa dan zikir kebangsaan memiliki makna penting dalam mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat menjaga keutuhan bangsa. Ia menilai persatuan dan keselamatan Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga nilai spiritual sekaligus memberikan bimbingan kepada umat. Di sisi lain, lembaga negara serta unsur TNI dan Polri memiliki tanggung jawab untuk memperkuat sinergi antara nilai keagamaan dan komitmen kebangsaan.
Organisasi keagamaan dan kemasyarakatan juga dinilai memiliki posisi strategis dalam memperluas kolaborasi di tengah masyarakat. Keberadaan organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono turut menyoroti peran santri, mahasiswa, dan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga masa depan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bangsa.
“Santri, mahasiswa, dan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa, serta masyarakat umum bisa sebagai bagian dari kekuatan bangsa,” pungkas Pramono.
Melalui kegiatan tersebut, semangat bela negara diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui tindakan formal, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan doa untuk keselamatan bangsa. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat persatuan serta meneguhkan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!