Tantangan Tumbuh Kembang Anak Makin Kompleks, Ekosistem Pengasuhan Perlu Diperkuat
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:20 WIB | Oleh: Haryo BronoDengan pola tersebut, orang tua tidak hanya memperoleh layanan medis, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anak sejak masa kehamilan hingga setelah kelahiran.
Konsep itu kemudian diperluas melalui Bunda Parenting Convention 2026. Sejumlah workshop interaktif disiapkan untuk membahas berbagai persoalan yang banyak ditemui dokter dalam praktik sehari-hari.
Materi edukasi mencakup persiapan kehamilan melalui hypnobirthing, perawatan bayi baru lahir, pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, hingga penanganan masalah makan pada bayi dan anak usia dini.
Topik mengenai pencegahan obesitas pada anak juga menjadi bagian dari agenda. Dalam sesi tersebut, tenaga pendidik dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dilibatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pencegahan obesitas sejak dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keterlibatan dunia pendidikan dinilai penting karena pencegahan obesitas tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendorong aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat pada anak.
Ayah Ikut Berperan dalam Keberhasilan Menyusui
Bunda Parenting Convention 2026 juga memberikan perhatian pada keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui talkshow bertema Ayah ASI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sesi tersebut mempertemukan para ayah untuk berbagi pengalaman mengenai peran mereka dalam mendukung ibu selama masa menyusui. Pesan yang ditekankan adalah keberhasilan pemberian ASI bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu.
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama ayah sebagai pendamping utama ibu.
Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menilai dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting bagi perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu sekaligus bekerja.
“Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa ibu adalah arsitek kehidupan. Nilai dan prinsip tidak pertama kali disemai di institusi pendidikan, tetapi dari rumah sejak dini, dan ibu adalah penyemai pertama,” tutur Retno.
Menurut dia, pembagian peran dan kerja sama di dalam keluarga menjadi penting agar perempuan dapat menjalankan tanggung jawab keluarga sekaligus beraktivitas di luar rumah.
“Dengan teamwork sebagai kunci dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!