Taman Budaya Bantul Dikebut, Tahap I Ditarget Rampung Desember
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Pembangunan Taman Budaya Bantul dapat menjadi investasi penting untuk memperkuat ekosistem seni, budaya, dan ekonomi kreatif di daerah.
Kehadiran ruang budaya yang representatif bukan hanya menyediakan tempat berkesenian, tetapi juga berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui pertunjukan, festival, UMKM, dan pariwisata.
Karena itu, keberlanjutan pengelolaan dan konsistensi agenda kegiatan menjadi kunci agar fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi bangunan, melainkan benar-benar hidup sebagai pusat aktivitas budaya dan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) menyampaikan progres pembangunan infrastruktur Taman Budaya Bantul (TBB) tahap pertama yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) yang diperkirakan selesai Desember 2026.
Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana di Bantul, Minggu (9/8), mengatakan kewenangan dan teknis pembangunan Taman Budaya Bantul berada di DPUPKP, sedangkan Disbud berperan sebagai tim pendukung sekaligus penerima fasilitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Laporan (progres) ada, tim kami juga ikut di sana," katanya.
Ia mengatakan pembangunan tahap pertama yang berlangsung sejak April hingga Desember 2026 difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar kawasan, antara lain pematangan lahan serta pembangunan sejumlah fasilitas seperti gapura, tengara (landmark), dan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT).
"Target pembangunan tahap pertama bisa selesai pada awal Desember tahun ini," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pembangunan Taman Budaya Bantul yang berlokasi di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, diusulkan dilaksanakan dalam tiga tahap agar seluruh proses pembangunan dapat segera dirampungkan.
"Kami ikut berjuang, semoga nanti bisa tiga tahap agar jangan terlalu lama pembangunannya," katanya.
Taman Budaya Bantul dibangun di atas lahan sekitar lima hektare dengan konsep yang memadukan kebudayaan dan pariwisata. Kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat Bantul.
"Menjadi pusat kegiatan seni, budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif yang representatif bagi masyarakat Bantul," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan proses pengerjaan TBB berjalan sesuai rencana dan jadwal yang telah ditentukan.
"Sampai saat ini, kami sedang menunggu pemerataan dan pemadatan tanah dan setelah itu ada pengerjaan pembangunan fisik dan sebagainya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!