Omzet UMKM Jadi Target, Festival Mimika 2026 Siap Geber Transaksi
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim PenulisMIMIKA – Festival UMKM bukan sekadar ajang promosi dan transaksi, tetapi menjadi ruang untuk memperluas pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, serta membangun jejaring bisnis.
Gelaran semacam ini juga penting untuk mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran, dan akses pembiayaan.
Jika digelar konsisten dan terintegrasi dengan ekosistem digital, festival UMKM dapat menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya saing usaha kecil.
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yakin omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal meningkat pada pelaksanaan Festival UMKM Mimika 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Pemkab Mimika menggelar Festival UMKM Mimika 2026 untuk mendorong peningkatan omzet sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi di Timika, Minggu, mengatakan Festival UMKM Mimika 2026 digelar di Timika pada 10-12 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional ke-10 sekaligus menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
"Melihat festival tahun lalu, ada yang omzetnya mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta, bahkan ada yang Rp15 juta. Mudah-mudahan kali ini omzetnya bisa naik, sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta untuk satu stan," kata Samuel.
Ia mengatakan para peserta festival merupakan UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta sejumlah organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam rumpun ekonomi Pemerintah Mimika. Festival itu akan diikuti 125 pelaku UMKM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini terdapat lebih dari 3.000 UMKM Mimika yang telah terdaftar dalam sistem Online Data Sistem (ODS) Kementerian UMKM.
Festival itu menampilkan berbagai produk unggulan Mimika , mulai dari kerajinan noken, kopi, kuliner, aksesori hingga produk olahan lokal seperti tambelo.
Ia mencontohkan kelompok perajin Noken Nakia yang kini mampu mencatat omzet hingga sekitar Rp40 juta. Menurut Samuel, perkembangan tersebut menunjukkan potensi UMKM lokal yang semakin kuat apabila mendapat pembinaan dan akses pasar yang memadai.
"UMKM Mimika ini harus bisa dikenal secara nasional bahkan internasional. Noken Mimika sudah ada yang sampai Jepang, Amerika, Filipina dan Singapura," ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda Mimika, PKK, YPMAK, Dinas Perindustrian serta PT Freeport Indonesia untuk memperkuat pengembangan UMKM.
Selain produk kerajinan, kata dia, sejumlah komoditas seperti kopi dan buah merah Mimika juga mulai menembus pasar nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!