Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Pelestarian Budaya Lampung di Jakarta
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 22:33 WIB | Oleh: Haryo BronoSelain memperkuat jaringan organisasi, Mighrul Lappung Bersatu juga menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Salah satunya adalah program warisan bahasa dan aksara Lampung yang dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Lampung.
Organisasi tersebut juga mendukung pelestarian bahasa dan wastra Lampung yang berkaitan dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Hari Kamis Beradat.
Dwita mengatakan upaya pelestarian tersebut ditujukan agar generasi muda Lampung tetap mengenal identitas budaya daerahnya.
“Kami berharap anak-anak Lampung tidak kehilangan jati diri. Sejatinya tugas Mighrul Lappung adalah untuk menyatukan persatuan dan persaudaraan serta mewariskan adat budaya bagi generasi muda,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mighrul Lappung Bersatu juga membawa lima falsafah Lampung sebagai bagian dari nilai yang ingin diwariskan kepada generasi muda. Kelima falsafah tersebut adalah Pi'il Pesenggiri yang berkaitan dengan menjaga kehormatan, Bejuluk Beadek mengenai gelar adat, Nemui Nyimah yang mencerminkan keramahan, Nengah Nyappur yang bermakna bergaul dan bersahabat, serta Sakai Sembayan yang menekankan semangat gotong royong.
Hadirkan Sejumlah Tokoh
Pengukuhan DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Di antaranya Ibu Gubernur Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua DPRD Provinsi Lampung Irine Fransisca Giri, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Dewi Danang Suryo Wibowo, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Lampung di Jakarta Yosyalendra, serta Kapolda Banten Hengki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah tokoh organisasi perempuan juga hadir, antara lain Ketua Umum KOWANI Nani Hadi Cahyanto, Ketua Umum PIM Lana Koentjoro, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Deasy Mashudi, serta pendiri IWAPI Dewi Motik. Forum Perempuan Lampung dan sejumlah tokoh adat turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam acara tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza juga turut mengumandangkan lagu daerah Lampung, “Payu Kidah”.
Dengan terbentuknya DPW DKI Jakarta, Mighrul Lappung Bersatu menargetkan penguatan peran perempuan Lampung di perantauan, termasuk dalam pengembangan kapasitas, pemberdayaan ekonomi, inovasi kreatif, dan pelestarian budaya.
Septriana berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada generasi muda sekaligus memperluas pengenalan budaya Lampung kepada masyarakat di tingkat nasional dan internasional.
“Melalui Mighrul Lappung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung kepada generasi muda maupun masyarakat luas nasional maupun internasional,” kata Septriana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!