Infantino Dapat Dukungan Penuh FIFA, Minta Maaf atas Kontroversi Rencana Privatisasi Piala Dunia
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraFIFA juga memastikan proposal FIFA Forward Enterprise kini resmi dicabut dan tidak lagi menjadi bagian dari agenda organisasi.
Organisasi tersebut akan melakukan evaluasi menyeluruh atas proses penyusunan proposal sebelum menyampaikan laporannya dalam pertemuan Dewan FIFA berikutnya.
Usai menghadiri rapat, Infantino menyaksikan pertandingan Piala Afrika Wanita antara Zambia dan Malawi di Stadion Al Medina, Rabat. Ia terlihat duduk bersama Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lekjaa, yang menjadi salah satu tokoh sepak bola pertama yang secara terbuka membela Infantino sejak polemik mencuat.
Lekjaa menyebut keputusan membatalkan proposal merupakan langkah "bijaksana" demi menjaga persatuan sepak bola dunia. Ia juga kembali menyatakan dukungan terhadap berbagai program pengembangan sepak bola yang dijalankan Infantino selama hampir satu dekade terakhir.
Kepercayaan Menurun
Kontroversi tersebut mencoreng momentum positif yang sebelumnya dinikmati Infantino setelah sukses menggelar Piala Dunia 2026, edisi terbesar sepanjang sejarah yang diikuti 48 negara dan diselenggarakan bersama oleh Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Sebelum polemik terjadi, peluang pria asal Swiss berusia 56 tahun itu untuk kembali terpilih sebagai Presiden FIFA pada Kongres FIFA di Rabat, Maret mendatang, nyaris tanpa hambatan karena belum ada kandidat yang menyatakan siap menantangnya.
Namun, kritik kini terus mengalir. UEFA menyebut proposal privatisasi itu sebagai "kesepakatan murahan yang disusun secara tertutup dan tidak transparan." Menurut konfederasi sepak bola Eropa tersebut, kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan dari UEFA maupun banyak anggota keluarga besar sepak bola dunia.
Nada yang lebih keras disampaikan CONCACAF, konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Mereka menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Infantino sambil menuding FIFA mengalami persoalan serius dalam tata kelola dan kepemimpinan.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan dirinya tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kemampuan Presiden FIFA tersebut untuk memimpin organisasi sepak bola dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!