Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solar Langka di Sumbar, Danantara Segera Tindaklanjuti Laporan Gubernur.

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 20:25 WIB | Oleh:
Solar Langka di Sumbar, Danantara Segera Tindaklanjuti Laporan Gubernur. Doc: Dok Pribadi Yazul
Ket. Antrian di SPBU 142725192 yang terletak di Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah terkait kelangkaan solar yang masih terjadi di sejumlah daerah di Sumbar.

Danantara meminta distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, segera dibenahi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Dony saat menerima kunjungan Mahyeldi dalam pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.

Menurut Dony dalam keterangan yang diterima, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat sehingga kelancaran distribusinya harus menjadi perhatian.

"Saya panggil segera Dirut (Pertamina) Patra Niaga," kata Dony.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum memperoleh akses terhadap data distribusi BBM dari Pertamina.

Padahal, data tersebut dinilai penting untuk melakukan pengawasan penyaluran solar dan mencegah potensi penyalahgunaan.

Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN menegaskan persoalan distribusi BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

Selain membahas persoalan solar, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis pembangunan di Sumatera Barat, mulai dari pengembangan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), penanganan pertambangan tanpa izin (PETI), proyek energi baru terbarukan, pemanfaatan gas Sinamar, pembangunan jalan tol, hingga pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur.

Terkait aktivitas PETI yang masih marak di Sumbar, Dony menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi masyarakat dengan aspek perlindungan lingkungan. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara akurat terhadap aktivitas pertambangan rakyat.

Menurut Dony, Danantara akan mendorong PT Antam untuk berperan sebagai perusahaan inti, sementara kelompok tambang rakyat yang telah memiliki izin dapat menjadi bagian dari ekosistem pertambangan yang lebih tertata.

Skema tersebut, lanjutnya, harus disertai pengelolaan lingkungan yang ketat melalui penyusunan Amdal, reklamasi lahan, serta penanaman kembali kawasan pascatambang.

"Hilirisasi, reklamasi, dan penanaman kembali harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat dijaga," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi juga menyerahkan proposal lima proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan nilai investasi mencapai Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.