Shadow AI Mengancam Keamanan Perusahaan, Akamai Temukan Kesenjangan Visibilitas
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Haryo BronoAkamai juga menyoroti risiko yang berasal dari ekstensi peramban dan Integrated Development Environment (IDE). Ekstensi yang digunakan untuk memperluas kemampuan AI dapat memiliki hak akses yang sangat luas terhadap lingkungan kerja pengguna.
Laporan tersebut mencatat hampir 75 persen ekstensi AI meminta izin akses tingkat tinggi atau kritis. Sementara itu, 16,3 persen ekstensi AI yang dianalisis diketahui memiliki Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) yang telah diketahui.
Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memperlakukan ekstensi browser dan komponen IDE sebagai perangkat lunak dengan tingkat hak akses tinggi, bukan sekadar fitur tambahan yang dapat dipasang secara bebas oleh pengguna.
Lima langkah CISO mengamankan penggunaan AI
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Akamai menyusun lima strategi yang dapat menjadi bagian dari roadmap Chief Information Security Officer (CISO) pada 2026.
Pertama, perusahaan perlu memberikan perhatian khusus kepada pengguna AI tingkat lanjut yang memiliki volume interaksi tinggi. Pemantauan dan edukasi keamanan dapat diprioritaskan kepada kelompok pengguna yang memiliki paparan risiko terbesar.
Kedua, perusahaan perlu mengurangi shadow AI dengan menerapkan SSO di berbagai platform sekaligus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap layanan AI berbasis SaaS yang digunakan karyawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, pendekatan keamanan perlu bergeser dari Data Loss Prevention (DLP) statis menuju analisis kontekstual secara real time. Pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap file, tetapi juga terhadap prompt, aktivitas copy-paste, dan unggahan dokumen ke layanan AI.
Keempat, ekstensi browser dan IDE perlu dievaluasi secara berkala karena dapat memiliki hak akses tinggi terhadap data dan sistem perusahaan.
Kelima, perusahaan perlu mengamankan agen AI dengan menerapkan prinsip least privilege atau hak akses minimum. Aktivitas agen AI yang bertindak atas nama karyawan juga perlu dipantau untuk mendeteksi perilaku yang menyimpang.
AI mengubah pendekatan keamanan perusahaan
Temuan Akamai memperlihatkan bahwa tantangan keamanan di era AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi AI itu sendiri, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut berinteraksi dengan pengguna, data, aplikasi, browser, dan sistem perusahaan.
Adopsi AI yang pada awal 2025 masih banyak berada dalam tahap uji coba kini berkembang menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan. Namun, kecepatan adopsi tersebut dapat melampaui kemampuan mekanisme keamanan yang sudah ada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!