Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pekalongan Dorong Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomi.

4 Rabu, 23 Sep 2026, 08:09 WIB | Oleh:
Pemkot Pekalongan Dorong Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomi. Pemkot Pekalongan Dorong Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Bernilai Ekonomi. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Tim Pembina PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Joko Purnomo pada kegiatan sosialisasi pemanfatan minyak jelantah menjadi rupiah, di Pekalongan, Jawa Tengah, belum lama ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, menggiatkan gerakan mengubah minyak jelantah yang bisa memiliki nilai ekonomi pada masyarakat serta memberikan manfaat pada kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Joko Purnomo, di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pengumpulan minyak jelantah merupakan bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Jelantah yang biasanya karena sedikit kemudian dibuang kita kumpulkan menjadi rupiah atau memiliki ekonomi, sehingga tidak merusak lingkungan. Itu yang kita inginkan," katanya lagi.

Pemkot Pekalongan mengajak aparatur sipil negara dan organisasi perangkat daerah berpartisipasi dalam gerakan mengubah jelantah menjadi rupiah.

Dia mengatakan minyak jelantah yang terkumpul masih dapat dimanfaatkan dan diolah kembali, antara lain bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku avtur maupun biodiesel.

"Pemanfaatan tersebut diharapkan turut mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan limbah yang lebih bernilai guna," katanya pula.

Ketua Tim Pembina PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan bahwa gerakan tersebut akan dikembangkan secara lebih luas melalui Gerakan Bersama Mengubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah) yang rencananya diluncurkan pada 5 Oktober 2026.

"Ini tidak hanya menggerakkan kader-kader PKK dan kader posyandu, tetapi akan menggandeng semuanya, termasuk OPD, ASN, dan Dharma Wanita Persatuan. Kami berharap ada kepedulian dan partisipasi bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan konsep gerakan tersebut tidak sekadar mengumpulkan minyak jelantah tetapi menjadikannya sebagai bentuk tabungan.

Jelantah yang dikumpulkan, kata dia lagi, nantinya dapat diuangkan kembali sehingga masyarakat maupun aparatur sipil negara memperoleh manfaat ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak bernilai.

"Kalau satu ASN satu liter saja dan semuanya bisa memenuhi, sudah bisa terkumpul lebih dari 5.000 liter. Akan tetapi, kita menetapkan target minimal 2.500 liter minyak jelantah," katanya lagi.

Dalam tahap awal, gerakan ini menargetkan sedikitnya 2.500 liter minyak jelantah dapat terkumpul. Target tersebut antara lain didorong melalui imbauan kepada ASN untuk mengumpulkan minimal satu liter minyak jelantah.

“Kalau satu ASN satu liter saja dan semuanya bisa memenuhi, sudah bisa terkumpul lebih dari 5.000 liter. Tetapi kita menetapkan target minimal 2.500 liter,” ujarnya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Presiden Belarus Sebut Trum...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.