Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Desa Wisata Ditetapkan Pemerintah Kabupaten Karawang

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 08:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Enam Desa Wisata Ditetapkan Pemerintah Kabupaten Karawang Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi desa wisata di Karawang.

KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat (Jabar), kembali menetapkan enam desa wisata sebagai upaya pengembangan perekonomian masyarakat di desa tersebut.

"Enam desa wisata ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karawang Lusi Asela di Karawang, Selasa (22/9).

Keenam desa yang ditetapkan sebagai desa wisata itu di antaranya Desa Kertawaluya, Cikuntul, Jatilaksana, Pasirjaya, Mekarbuana, dan Desa Tanjungjaya.

Ia menyebutkan, enam desa tersebut merupakan desa wisata kategori rintisan. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan agar desa wisata kategori rintisan ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas pengelolaannya.

"Kami berusaha selama beberapa tahun ke depan mendampingi mereka untuk upscaling desa wisatanya, dari rintisan menjadi berkembang, maju, hingga mandiri," katanya.

Sebelumnya pada tahun 2025 Pemkab Karawang telah menetapkan delapan desa wisata, yakni Desa Karangjaya, Cintalaksana, Sedari, Curug, Muarabaru, Cicinde Utara, Desa Kamojing, dan Desa Pangulah Utara.

Jadi dengan adanya penetapan enam desa baru, maka saat ini Karawang memiliki 14 desa wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Karawang Aep Syaepuloh.

"Jumlah desa wisata ini akan terus ditambah, karena targetnya di Karawang ada 30 desa wisata," katanya.

Desa wisata adalah sebuah daerah yang menjadi tujuan wisata yang menawarkan daya tarik wisata, fasilitas penunjang, dan kemudahan akses. Desa wisata ini juga merupakan bentuk pengembangan pariwisata yang berfokus pada kontribusi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Menurut dia, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pengembangan desa wisata juga dapat mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lokal, mulai dari alam, budaya, ekonomi kreatif hingga sektor pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Dibayangi Tekanan Eksternal...

Kebakaran di Kebayoran Lama, 150 Jiwa Terdampak

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.