Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Samsung Gandeng XDC Indonesia untuk Perluas Distribusi Interactive Flat Panel di Sektor Pendidikan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 11:02 WIB | Oleh:
Samsung Gandeng XDC Indonesia untuk Perluas Distribusi Interactive Flat Panel di Sektor Pendidikan Doc: XDC Indonesia
Ket. Kolaborasi Samsung dan XDC Indonesia — Silvia Trenaningsih (President Director PT XDC Indonesia) dan Subiantoro Sadha (Head of B2B Display Solutions Samsung Electronics Indonesia) berfoto bersama dalam rangka kerja sama distribusi Interactive Flat Panel untuk mendukung digitalisasi pendidikan, kolaborasi, dan hybrid learning di Indonesia.

JAKARTA — Perubahan pola pembelajaran yang semakin memanfaatkan teknologi digital mendorong kebutuhan terhadap perangkat display yang tidak sekadar berfungsi sebagai layar presentasi. Salah satu perangkat yang kini mulai banyak digunakan dalam lingkungan pendidikan adalah Interactive Flat Panel (IFP), yang menggabungkan fungsi layar digital dengan kemampuan interaksi dan kolaborasi secara langsung.

Melihat perkembangan tersebut, Samsung Electronics resmi menunjuk PT XDC Indonesia—penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi sekaligus anak perusahaan CTI Group—sebagai mitra distribusi resmi untuk produk Interactive Flat Panel di Indonesia. Kemitraan strategis ini diarahkan untuk memperluas akses terhadap solusi display interaktif bagi institusi pendidikan, sekaligus mendukung kebutuhan ruang kelas digital, pembelajaran jarak jauh (hybrid learning), hingga ruang rapat pendidik.

IFP pada dasarnya menggabungkan sejumlah fungsi yang sebelumnya terpisah pada beberapa perangkat berbeda. Selain berfungsi sebagai layar berukuran besar, perangkat ini dapat digunakan sebagai papan tulis interaktif dengan dukungan anotasi langsung, integrasi penyimpanan berbasis cloud, serta akses ke berbagai materi multimedia. Bagi para pengajar di sekolah dasar hingga perguruan tinggi, teknologi ini memungkinkan penyajian materi visual yang lebih interaktif serta pelibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar.

President Director PT XDC Indonesia, Silvia Trenaningsih, mengatakan bahwa pergeseran kebutuhan konsumen terhadap perangkat display telah terlihat jelas dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

“Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kami melihat perubahan yang cukup jelas dalam cara customer memandang display. Kalau sebelumnya display lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi atau presentasi, sekarang kebutuhannya berkembang menjadi perangkat yang bisa ikut mendukung bagaimana orang bekerja, kegiatan belajar mengajar, berkolaborasi, dan mengambil keputusan,” ujar Silvia melalui keterangannya pada hari Selasa (22/9).

Menurut dia, pengguna kini semakin mempertimbangkan perangkat yang mampu terhubung dengan berbagai sistem, seperti wireless screen sharing, hybrid meeting, video conferencing, hingga fitur-fitur pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Di Indonesia sendiri, kebutuhan tersebut memiliki karakteristik tersendiri mengingat luasnya wilayah serta besarnya jumlah satuan pendidikan yang tengah bertransisi menuju digitalisasi ruang kelas.

Penunjukan XDC Indonesia sebagai distributor resmi mencakup penguatan jaringan distribusi sekaligus penyediaan dukungan teknis yang komprehensif. Implementasi IFP di institusi pendidikan tidak hanya sebatas pengadaan hardware, melainkan membutuhkan integrasi sistem, instalasi, konfigurasi, pelatihan pengguna, hingga dukungan purnajual yang andal.

Head of B2B Display Solutions Samsung Electronics Indonesia, Subiantoro Sadha,, menyambut baik kerja sama ini untuk menjangkau lebih banyak institusi pendidikan di tanah air.

“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, dan teknologi interaktif merupakan kunci untuk membuka potensi belajar yang inklusif dan futuristik. Melalui kemitraan strategis bersama XDC, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak institusi pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga universitas, guna menghadirkan pengalaman belajar mengajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Subiantoro.

Dengan kehadiran kemitraan ini, persaingan di pasar display pendidikan kian bergeser dari sekadar ukuran dan kualitas layar menuju kapabilitas perangkat dalam mendukung interaksi, kolaborasi, konektivitas, serta ekosistem pembelajaran digital secara keseluruhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.