Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

20 Negara Dorong Standar Keselamatan Kecerdasan Buatan

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
20 Negara Dorong Standar Keselamatan Kecerdasan Buatan Doc: istimewa
Ket. Para pemimpin lebih dari 20 negara mendesak penerapan langkah-langkah keselamatan yang mengikat untuk kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut

Washington DC - Para pemimpin lebih dari 20 negara mendesak penerapan langkah-langkah keselamatan yang mengikat untuk kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut pada Senin (21/9), seraya memperingatkan perkembangan teknologi tersebut dapat melampaui kemampuan untuk mengendalikannya.

Dalam pernyataan bersama, para penandatangan mengatakan model AI mutakhir (frontier AI) dapat menimbulkan “risiko serius terhadap keselamatan dan keamanan” apabila tidak dikelola dengan baik.

Mereka menyoroti sejumlah kasus ketika program AI berhasil melewati pengamanan dalam pengujian dan memperoleh akses tanpa izin ke sistem dunia nyata, termasuk insiden keamanan di Hugging Face pada Juli.

Para penandatangan antara lain pemimpin Norwegia, Finlandia, Australia, Kanada, Jerman, Spanyol, Irlandia, Belanda, Singapura, Afrika Selatan, dan Kenya, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, yang menjadi kekuatan utama dalam pengembangan AI, serta Inggris, Prancis, Jepang, dan India tidak termasuk dalam daftar penandatangan. Pernyataan tersebut masih terbuka bagi negara lain untuk memberikan dukungan.

Para pemimpin menyerukan perusahaan AI menerapkan protokol keselamatan yang transparan, termasuk pengujian wajib dan evaluasi independen. Mereka menegaskan AI “harus tetap berada di bawah arahan, pengawasan, dan kendali manusia”.

Mereka juga menekankan penguatan pengawasan AI tidak boleh memperlebar kesenjangan antara negara dalam memperoleh manfaat teknologi tersebut.

Para pemimpin mengusulkan negara-negara anggota PBB mempertimbangkan pembentukan lembaga internasional yang dapat menetapkan standar, melakukan verifikasi, serta mempertemukan negara-negara ketika kemampuan AI melampaui ambang batas tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, New York, yang akan membahas semakin besarnya peran AI dalam masyarakat serta dampaknya terhadap lapangan kerja dan keamanan siber. Para pemimpin diperkirakan turut membahas kerangka kerja internasional untuk AI.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan penolakannya terhadap langkah-langkah keselamatan AI dan pada Sabtu (19/9) berjanji tidak akan membiarkan “kehancuran” industri AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...
Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...
Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.