Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siap-siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Siap-siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Wali Kota Sachrudin saat meninjau proses pengerukan sedimentasi dan pendalaman Kali Ledug, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Selasa.

TANGERANG – Saat ini memang belum turun hujan, namun justru dimanfaatkan Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat langkah antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Pemkot mulai normalisasi sungai dan drainase di sejumlah titik rawan genangan.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai yang selama ini kerap meluap dan menimbulkan genangan, terutama di sekitar Jembatan Alamanda Periuk hingga arah Total Persada,” tutur Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Selasa (22/9).

Menurutnya, lebih baik sedia payung sebelum hujan. Saat kondisi memungkinkan seperti sekarang, dimanfaatkan untuk normalisasi. “Ini termasuk pengerukan dan pendalaman sungai,” ujar Sachrudin saat meninjau proses pengerukan sedimentasi dan pendalaman Kali Ledug, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk.

Selain normalisasi, penguatan turap juga dilakukan untuk memastikan badan sungai lebih siap menahan debit air saat musim penghujan. “Turapnya harus kuat menahan beban air. Alirannya juga harus dipastikan lancar. Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi musim penghujan,” katanya.

Sachrudin menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran masyarakat. Ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke got, parit, drainase maupun sungai. “Kalau banjir terjadi, aktivitas masyarakat terganggu dan kesehatan juga bisa terdampak. Karena itu, pencegahan harus kita lakukan bersama sebelum bencana terjadi,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan normalisasi Kali Ledug sepanjang 700 meter telah mencapai sekitar 50 persen dari total target yang ditentukan. Dia melanjutkan, upaya normalisasi yang difokuskan untuk mengeruk sedimentasi lumpur tersebut ditargetkan dapat dituntaskan pada pekan depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bahan-bahan Lokal Dimanfaat...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.