Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:39 WIB | Oleh:
Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS Doc: Istimewa
Ket. Menurut Trump, keputusan untuk menahan operasi militer itu sepenuhnya bergantung pada kesediaan Iran mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ultimatum kepada Iran. Menurutnya, pembicaraan baru antara Washington dan Teheran merupakan "kesempatan terakhir" bagi Iran untuk menghindari eskalasi perang yang lebih besar.

Dari The Guardian, berbicara kepada wartawan di Ruang Oval pada Senin (3/8), Trump mengatakan negosiasi diperkirakan akan dimulai dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia menyebut pembicaraan itu akan difokuskan pada dua agenda utama, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz dan penyelesaian sengketa terkait program nuklir Iran.

"Fase pertama adalah pembukaan Selat Hormuz. Fase kedua adalah denuklirisasi. Dan itu akan memakan waktu cukup lama," kata Trump.

Trump menegaskan bahwa kesabarannya terhadap Teheran telah mencapai batas. Ia memperingatkan bahwa Iran kini hanya memiliki satu kesempatan untuk menerima kesepakatan yang ditawarkan Washington.

"Ini kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," ujarnya.

Namun, pernyataan Trump langsung dibantah pemerintah Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa hingga saat ini Teheran tidak sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat," tegas Baghaei.

Ia menjelaskan bahwa yang sedang berlangsung hanyalah pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pembukaan koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz agar kapal-kapal komersial dapat kembali melintas dengan aman.

Menurut Baghaei, jalur sementara tersebut akan digunakan sampai kedua pihak mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran permanen di selat yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia itu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesepakatan mengenai jalur pelayaran tidak akan otomatis mengakhiri seluruh persoalan antara Iran dan Amerika Serikat. Selama blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlangsung, situasi di Selat Hormuz dinilai belum akan benar-benar stabil.

Trump juga mengklaim dirinya baru saja membatalkan rencana serangan militer besar terhadap Iran setelah menerima permintaan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Menurut Trump, keputusan untuk menahan operasi militer itu sepenuhnya bergantung pada kesediaan Iran mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

Dalam unggahan di media sosial, Trump bahkan menyebut kepemimpinan Iran "sangat munafik". Ia menuduh Teheran diam-diam meminta perundingan, tetapi di depan publik justru membantah adanya kontak dengan Washington.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.