Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:39 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDi sisi lain, tekanan juga datang dari dalam negeri Iran. Majelis Pakar, lembaga ulama yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi Iran, mengingatkan pemerintah agar tidak menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat.
Mereka menyatakan bahwa harapan untuk mencapai kesepahaman dengan Washington tidak akan membawa hasil.
Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menunjukkan sikap lebih terbuka. Ia mengatakan nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya dapat menjadi dasar hubungan luar negeri Iran di masa depan apabila seluruh pihak mematuhi isi kesepakatan.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Arab Saudi dilaporkan semakin aktif menghadapi kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak dan Yaman, mencerminkan kekhawatiran Riyadh bahwa konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran dapat meluas ke berbagai kawasan di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Washington dan Teheran benar-benar akan kembali duduk di meja perundingan. Di satu sisi Trump menyebut negosiasi sudah di depan mata, sementara di sisi lain Iran tetap bersikeras bahwa tidak ada pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!