Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buka Perbatasan, Italia Serukan Spanyol Dikeluarkan dari Zona Schengen

📅 Senin, 03 Agu 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Buka Perbatasan, Italia Serukan Spanyol Dikeluarkan dari Zona Schengen Doc: Henry Nicholls/AFP
Ket. Sejumlah orang di atas perahu karet melintas di sisi Maroko dari penghalang terapung yang dipasang Spanyol untuk memperkuat keamanan di dekat pos perbatasan wilayah Ceuta, Spanyol, Minggu (2/8). Sedikitnya 72 orang tewas selama gelombang kedatangan massal migran asal maroko pekan lalu ke wilayah Ceuta.

CEUTA - Madrid mengatakan akan mengirimkan pasukan ke Ceuta untuk memastikan keamanan setelah ratusan migran memasuki wilayah eksklave Spanyol di Afrika Utara dari negara tetangga Maroko dan ratusan lainnya.

Delegasi pemerintah Spanyol di wilayah eksklave tersebut mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP) pada Jumat (31/7) bahwa jenazah sembilan migran yang meninggal saat mencoba mencapai Ceuta dengan berenang sehari sebelumnya telah ditemukan.

Migrasi dari Maroko ke dua wilayah Afrika Utara milik Spanyol, Ceuta dan Melilla, telah lama menjadi isu politik yang sensitif antara kedua negara, karena ribuan orang menyeberangi perbatasan setiap saat.

Pada hari Jumat, Italia menyerukan agar Spanyol dikeluarkan dari zona Schengen Eropa yang menerapkan kebijakan perbatasan terbuka, yang memicu reaksi keras dari Spanyol, yang kemudian memanggil duta besar Italia ke Madrid.

Para reporter AFP melihat arus orang dewasa dan anak-anak, sebagian besar basah kuyup, memasuki kota Ceuta setelah berenang ke sana. Pelampung dan pakaian bekas tergeletak di pantai dekat tempat perbatasan bertemu dengan laut.

“Angkatan bersenjata akan memperkuat Garda Sipil dalam menjalankan wewenangnya dan wewenang lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan di kota Ceuta,” kata kementerian dalam negeri Spanyol.

Pernyataan itu tidak menyebutkan berapa banyak pasukan yang akan dikirim ke wilayah kecil seluas 18,5 kilometer persegi tersebut, tetapi mengatakan bahwa kekuatan Garda Sipil di sana akan hampir berlipat ganda dari jumlah saat ini yaitu 80 orang.

Mereka juga akan mengirimkan tim penyelam dan kapal penjaga pantai.

Namun, apa sebenarnya Ceuta itu, dan mengapa sebagian migran yang berharap mencapai Eropa pergi ke sana? Mengapa para migran melakukan perjalanan ke Ceuta?

Meskipun Maroko dan Spanyol saling berhadapan di seberang Selat Gibraltar yang sempit, kota Ceuta di Spanyol sebenarnya terletak di sisi Maroko dari perairan tersebut.

Ceuta adalah kota otonom, salah satu dari serangkaian pos terdepan kecil Spanyol di sepanjang garis pantai Maroko. Kota-kota ini disebut sebagai “plazas de soberanía” atau “benteng kedaulatan”. Seperti kota kembarnya, Melilla, Ceuta adalah target populer bagi migran Afrika yang berharap dapat masuk ke Eropa.

Ceuta dikelilingi pagar dan dijaga ketat oleh polisi untuk mencegah migran Maroko tiba melalui jalur darat, tetapi kota ini memiliki pelabuhan dan pantai. Dengan demikian, pilihan tercepat bagi migran yang ingin memasuki wilayah Spanyol adalah berenang dari kota tetangga, mengikuti garis pantai Maroko, dan mendekati Ceuta melalui jalur air.

Karena Maroko tidak mengakui kedaulatan Spanyol di Ceuta, dan sangat menentang pembangunan pagar di sekitar kota sejak awal, Spanyol menghadapi gelombang migran dengan sedikit bantuan lokal.

Spanyol dan Maroko selalu menikmati hubungan diplomatik dan perdagangan yang kuat. Namun, situasi di Ceuta telah menciptakan sentimen politik yang tegang antara kedua negara terkait masalah imigrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

36 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...
Luar Negeri
Korsel Catatkan Suhu Terpan...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.