Saat Kolam Air Tawar Menjadi Harapan Baru Warga Pulau Karas
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisDari delapan kolam bioflok yang masing-masing berisi 700–800 ekor nila, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 60–70 kilogram per kolam. Dengan harga per kilogram saat itu yang mencapai Rp28.000 sampai Rp35.000, Abbas dan kelompoknya bisa menerima penghasilan Rp13 juta hingga Rp19 juta.
Menurut Yudi, permintaan terhadap ikan air tawar seperti lele, nila, dan patin di Batam cukup tinggi, sekitar 5 hingga 8 ton per hari. Di akhir pekan, ketika kunjungan wisatawan meningkat, angkanya bisa mencapai 10 ton per hari.
Tingginya permintaan tersebut membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh pendapatan tambahan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan laut.
Bagi Abbas, peluang itu sudah dimanfaatkannya. Laut yang dulu menjadi ladang penghidupannya sekarang berganti dengan kolam-kolam terpal yang dia rawat setiap hari, sembari menunggu panen nila pertamanya dari sistem bioflok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!