Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

3 Minggu, 04 Okt 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut Doc: ist
Ket. mesti diolah

JAKARTA -  Beberapa waktu belakangan kata “hilirisasi” sangat popular dan tengah digemari pejabat. Sedikit-sedikit hilirirasi, namun praktiknya belum terlalu jelas. Belakangan hilirisasi juga mau diterapkan untuk rumput laut. Mungkin istilah lebih tepat diolah menjadi berbagai produk, jadi tidak sekadar dijual mentah.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Indonesia mempercepat hilirisasi rumput laut agar komoditas tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui penguatan teknologi dan industri pengolahan.

“Kami ingin melihat hilirisasi rumput laut ini dilakukan dalam waktu dekat, tidak terlalu lama lagi,” kata Luhut dalam China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Minggu.

Luhut mengatakan Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang besar, termasuk rumput laut, sehingga perlu mengembangkan industri pengolahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.

Pengalaman hilirisasi nikel disebutnya dapat menjadi pelajaran bagi pengembangan industri rumput laut. Indonesia, kata Luhut, telah mempelajari pentingnya dukungan investasi dan teknologi untuk membangun ekosistem industri yang menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Ia menilai kerja sama dengan China berperan dalam pengembangan sejumlah sektor industri strategis Indonesia, terutama melalui investasi dan dukungan teknologi.

Nilai investasi China di Indonesia selama sekitar satu dekade terakhir disebutnya telah mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS. Kerja sama tersebut memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri dan pengolahan sumber daya di Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan kemitraan ekonomi kedua negara perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada pembangunan pabrik dan fasilitas produksi.

Luhut mendorong kerja sama tersebut diperluas ke bidang penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar industri Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

“Kami ingin bergerak dari kemampuan industri dan transfer teknologi menuju inovasi bersama, serta dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan pengetahuan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Luhut juga mengajak Universitas Tsinghua dan mitra China membangun laboratorium bersama, program penelitian, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Ia menilai dukungan penelitian diperlukan untuk mengembangkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara lebih optimal, termasuk komoditas pertanian dan kelautan.

Menurut Luhut, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan besarnya kekayaan sumber daya alam, tetapi juga perlu meningkatkan kemampuan teknologi dan inovasi agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Karena itu, ia berharap kolaborasi Indonesia-China dapat mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat kapasitas peneliti dan tenaga kerja Indonesia.

Melalui hilirisasi rumput laut, Luhut berharap Indonesia dapat memperluas pengolahan komoditas kelautan di dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah dari potensi maritim yang dimiliki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dampak Jatuhnya Jet Pribadi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.