Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Tegas Berantas Manipulasi Pasar Modal, Pemeriksaan 17 Kasus Kini Masuk Babak Baru

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Tegas Berantas Manipulasi Pasar Modal, Pemeriksaan 17 Kasus Kini Masuk Babak Baru Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Manipulasi di pasar modal menjadi ancaman serius bagi integritas dan efisiensi pasar karena dapat menciptakan harga yang tidak mencerminkan kondisi fundamental suatu aset.

Praktik seperti penggorengan saham, penyebaran informasi menyesatkan, atau transaksi semu (wash sale) berpotensi merugikan investor serta mengikis kepercayaan terhadap pasar.

Oleh karena itu, pengawasan yang ketat, penegakan hukum yang konsisten, dan peningkatan literasi investor menjadi faktor penting untuk menjaga terciptanya pasar modal yang transparan, adil, dan kredibel.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menyelesaikan pemeriksaan atas sebanyak 17 kasus terkait pelanggaran manipulasi di pasar modal Indonesia.

Sementara itu, sebanyak lima kasus masih dalam proses pemeriksaan dan sepuluh kasus dalam proses penyelesaian pemeriksaan per 21 Juli 2026.

“Per 21 Juli 2026, sebanyak 5 kasus dalam proses pemeriksaan, 10 kasus dalam proses penyelesaian pemeriksaan, dan 17 kasus telah selesai dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi dalam jawaban tertulis konferensi pers RDKB Juli 2026, di Jakarta, Kamis (30/7).

Hasan menjelaskan, langkah yang dilakukan OJK tersebut merupakan tindak lanjut dari Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

“Telah dilakukan percepatan penanganan kasus indikasi tindak pidana Pasar Modal dalam penanganan kasus khususnya kasus manipulasi pasar,” ujar Hasan.

Atas kasus yang telah selesai dilakukan pemeriksaan dan dalam proses penetapan tindakan administratif, Ia mengatakan bahwa implementasinya akan menyesuaikan ketentuan yang berlaku.

Adapun, ketentuan yang berlaku yaitu Pasal 100E Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang disahkan pada 17 Juni 2026.

Sebelumnya, Hasan mengungkapkan bahwa OJK tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas 32 kasus di bidang pasar modal Indonesia yang melibatkan pelaku korporasi hingga individu dan pegiat media sosial (influencer).

Hasan menjelaskan bahwa 32 kasus tersebut memiliki indikasi bervariasi mulai dari penyampaian informasi yang tidak benar atau bahkan menjurus pada penipuan, penciptaan harga atau perdagangan yang tidak sewajarnya, hingga manipulasi harga di pasar.

Ia menegaskan, seluruh kasus tersebut harus ditelusuri secara komprehensif guna mengaitkannya dengan kemungkinan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Pasar Modal (UU PM) maupun Undang-Undang P2SK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Paragonian Bergerak Bawa Pa...
Rona
ParagonCorp Borong Dua Gela...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KAI Pamer Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Gagasan Presiden Prabowo

KAI Pamer Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Gagasan Presiden Prabowo

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.