Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepanjang Semester I 2026 PT KAI Melayani 32,50 Juta Ton Barang

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:47 WIB | Oleh:
Sepanjang Semester I 2026 PT KAI Melayani 32,50 Juta Ton Barang Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut sebanyak 32.498.043 ton barang sepanjang Semester I 2026. Capaian tonase tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara serta 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Komoditas nonbatu bara mencakup layanan petikemas, bahan bakar minyak, semen, pupuk, baja, serta kebutuhan masyarakat. Badan usaha milik negara tersebut melaporkan data operasional angkutan barang pada Selasa (28/7).

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan strategi penguatan konektivitas logistik berbasis moda rel. Pengembangan Terminal Tarahan II disiapkan memiliki kapasitas tambahan hingga 20 juta ton per tahun.

“Kereta api memiliki kapasitas besar, jadwal yang terencana, serta kemampuan melayani pengiriman antardaerah secara konsisten. Penguatan angkutan barang diarahkan agar layanan berbasis rel semakin terhubung dengan pelabuhan, kawasan industri, dry port, dan layanan first serta last mile,” ujar Anne.

Anne menambahkan bahwa investasi angkutan barang harus dibangun sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh. Proyek bersama PT Bukit Asam Tbk tersebut membutuhkan penyediaan 22 lokomotif dan 1.200 gerbong.

“Investasi angkutan barang harus dibangun sebagai satu ekosistem. Penambahan lokomotif dan gerbong perlu disertai kesiapan jalur, persinyalan, terminal, fasilitas perawatan, serta kepastian volume dari mitra agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif,” kata Anne.

Ia menekankan pentingnya efisiensi distribusi logistik nasional demi meningkatkan daya saing seluruh produk Indonesia. Kedatangan sebanyak 1.080 gerbong datar hingga pertengahan tahun ini memperkuat keandalan distribusi logistik Sumatra.

“Integrasi logistik nasional perlu memberi manfaat langsung bagi industri dan masyarakat. Distribusi yang semakin efisien dapat membantu menjaga pasokan, meningkatkan kepastian waktu pengiriman, memperluas jangkauan pasar, dan mendukung daya saing produk Indonesia,” ucap Anne.

Pengoperasian kereta api petikemas reguler di Pulau Jawa mencatatkan volume sebesar 2,62 juta ton. Layanan KA Brumbung Cargo mampu membawa muatan barang dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.

Rencana konektivitas Terminal Petikemas Cilacap menuju Semarang membutuhkan indikasi investasi awal sebesar Rp3,6 miliar. Kerja sama distribusi baja Krakatau Steel ke Jawa Timur mengindikasikan kebutuhan investasi Rp22 miliar.

Estimasi kebutuhan investasi akselerasi serta revitalisasi penyelenggaraan kereta api logistik diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun. Kapasitas angkutan minyak kelapa sawit mentah yang disiapkan KAI mampu mencapai 1,1 juta ton. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
Petani Gaza Garap Pertanian...
Advertisement
Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.